detikinet

Penjahat Cyber 'Lahap' US$ 1 Triliun Uang Perusahaan

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Jumat, 30/01/2009 10:20 WIB

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Kejahatan di dunia maya yang semakin menggila telah menimbulkan kerugian besar bagi berbagai perusahaan di dunia. Bahkan diprediksi, kerugian yang diderita mencapai US$ 1 triliun.

Perhitungan tersebut dilakukan oleh lembaga keamanan McAfee yang menyoroti aksi penjahat cyber termasuk pelaku pencurian dan pembobolan data sepanjang 2008 lalu.

Survei ini melibatkan sekitar 800 chief information officer (CIO) yang berasal dari sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, China, India, Brazil hingga Uni Emirat Arab.

Dikutip detikINET dari Techchuck, Jumat (30/1/2009), para responden memperkirakan perusahaannya telah kehilangan data berharga senilai US$ 4,6 miliar. Selain itu mereka harus menambah biaya sekitar US$ 600 juta untuk perbaikan kerusakan yang disebabkan serangan dedemit maya ini.

Dalam laporan berjudul 'Unsecured Economies: Protecting Vital Information' itu juga disebutkan bahwa perusahaan di negara-negara berkembang menghabiskan dana lebih banyak untuk melindungi kekayaan intelektualnya dibanding perusahaan di negara barat.
( faw / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%