detikinet

Telkomsel: Insentif USO Sebenarnya Kurang

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Jumat, 16/01/2009 17:26 WIB

Kiskenda (rou/inet)

Jakarta - Telkomsel, pemenang tender Universal Service Obligation (USO), mengatakan secara matematis insentif pemerintah untuk operasional 5 blok USO sebenarnya kurang. Tapi, ada faktor lain yang menjanjikan.

Hal itu dikemukakan Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja, seusai penandatanganan kontrak USO Paket 2 dan Paket 7 di Gedung Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jumat (16/1/2009).

Telkomsel akan mendapatkan Rp 1,6 triliun dari pemerintah sebagai insentif USO. "Secara matematis, itu tidak menutupi biaya operasional," ujar Kiskenda.

Ia memaparkan, untuk 2009, Telkomsel menganggarkan pembangunan di lima blok itu sebesar Rp 600 miliar atau 4 persen dari Capital Expenditures 2009. "Selain membangun jaringan, kan ada biaya pemeliharaan. Biaya itu per tahunnya memakan Rp 480 miliar. Kalau dihitung untuk lima tahun, totalnya Rp 2,5 triliun," ujar Kiskenda.

Namun di sisi lain, ujar Kiskenda, Telkomsel tetap semangat membangun USO. Pasalnya, operator seluler itu mendapatkan lisensi untuk pengembangan jaringan tetap dan Broadband Wireless Access (BWA) di lokasi blok USO. Artinya, Telkomsel bisa membangun Fixed Wireless Access dan BWA di lokasi USO.

Kiskenda mengatakan proyek USO juga bisa menyumbang jumlah pelanggan Telkomsel. "Kami harap ada penambahan 2-3 juta pelanggan baru dengan proyek USO ini. Pelanggan baru itu nanti akan menyumbang ke target 10 juta pelanggan Telkomsel," ia menambahkan.

Saat ini Paket 4 dan 5 dari USO masih belum ada yang resmi menang. Sedangkan paket 1, 3 dan 6 telah dimenangkan oleh Telkomsel namun masih harus melewati masa sanggah dua minggu sebelum bisa resmi diserahkan ke Telkomsel.

Menkominfo Mohammad Nuh berharap Telkomsel selaku pemenang USO bisa selesai menggarap proyek infrastruktur pedesaan ini mulai pada September 2009. "Minimal 5 blok itu dulu, kalau tidak bisa penuh," ujar Nuh.

Menurut Nuh, sangat penting agar infrastruktur telepon pedesaan bisa segera dinikmati. "USO bukan proyek semata, tapi demi kepentingan rakyat," tandasnya.

( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%