Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
Spotlight 2008
Tarif Murah, Kualitas Layanan Menurun
Jumat, 26/12/2008 11:40 WIB

ilustrasi (ist)
Jakarta - Dampak dari penurunan tarif telekomunikasi mungkin telah dirasakan masyarakat luas. Ini jelas tak bisa dipungkiri dengan bukti pertumbuhan pelanggan yang tidak sedikit.
Menjelang berakhirnya 2008 ini, lebih dari 140 juta nomor telah aktif digunakan masyarakat. Artinya, sudah lebih dari separuh penduduk Indonesia telah menikmati layanan telekomunikasi.
Lantas dengan turunnya tarif, apakah layanan sudah mendekati kata memuaskan? Mungkin saja jawabannya tidak.
Sangat disayangkan, keberhasilan pemerintah dalam menekan tarif pungut masyarakat hingga 40% lewat penghitungan tarif interkoneksi baru, tidak serta-merta diiringi dengan keberhasilan menjaga kualitas layanan.
Memang bukan rahasia lagi kalau operator sebenarnya belum begitu siap mengantisipasi lonjakan trafik yang begitu drastis. Dan pada akhirnya berimbas pada tingginya tingkat kegagalan jaringan belakangan ini.
Meski sejatinya dalam kebijakan penurunan tarif, hal tersebut telah berupaya diantisipasi dengan menerbitkan aturan kualitas layanan, namun lagi-lagi sayangnya, aturan ini tidak memiliki ketegasan yang bisa membuat jera operator.
Alhasil, tak hanya halo-halo yang sering putus kala tengah asyik mengobrol di ujung telepon, namun juga berimbas pada layanan data pelanggan yang suka putus-nyambung, lantas nggak nyambung-nyambung.
Operator tentunya juga tak mau disalahkan begitu saja. Sebab, mereka sebenarnya tak mendapat solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas jaringan layanan.
Harapan mendapat tambahan frekuensi yang tak kunjung datang, membuat operator akhirnya mengkanibal layanan data. Jelas, operator masih belum mau mengorbankan 'periuk nasi' layanan suaranya demi layanan data, meski sejatinya layanan data sudah bisa dianggap sebagai killer application masa depan.
Tambahan frekuensi jelas menjadi keharusan, khususnya bagi operator yang memiliki pelanggan lebih dari 10 juta nomor. Ini dikarenakan spektrum frekuensi yang harus dibagi-bagi untuk layanan suara dan data. Tapi mau bagaimana lagi, karena trafik suara terus melonjak, akhirnya layanan data yang dikorbankan.
Janji regulator untuk memberikan tambahan frekuensi 5 MHz bagi pemegang lisensi 3G sampai saat ini masih tanda tanya. Menunggu hingga evaluasi lisensi 3G kelar juga belum tentu ada hasilnya, mengingat anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan dirombak lagi.
Jelas, masalah frekuensi akan kembali terkatung-katung. Entah tahun depan. Namun pastinya, pelanggan data operator seluler tiga besar harus terus bersabar merasakan koneksi datanya tetap lelet meski layanan mereka berlabel akses broadband.
( rou / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menjelang berakhirnya 2008 ini, lebih dari 140 juta nomor telah aktif digunakan masyarakat. Artinya, sudah lebih dari separuh penduduk Indonesia telah menikmati layanan telekomunikasi.
Lantas dengan turunnya tarif, apakah layanan sudah mendekati kata memuaskan? Mungkin saja jawabannya tidak.
Sangat disayangkan, keberhasilan pemerintah dalam menekan tarif pungut masyarakat hingga 40% lewat penghitungan tarif interkoneksi baru, tidak serta-merta diiringi dengan keberhasilan menjaga kualitas layanan.
Memang bukan rahasia lagi kalau operator sebenarnya belum begitu siap mengantisipasi lonjakan trafik yang begitu drastis. Dan pada akhirnya berimbas pada tingginya tingkat kegagalan jaringan belakangan ini.
Meski sejatinya dalam kebijakan penurunan tarif, hal tersebut telah berupaya diantisipasi dengan menerbitkan aturan kualitas layanan, namun lagi-lagi sayangnya, aturan ini tidak memiliki ketegasan yang bisa membuat jera operator.
Alhasil, tak hanya halo-halo yang sering putus kala tengah asyik mengobrol di ujung telepon, namun juga berimbas pada layanan data pelanggan yang suka putus-nyambung, lantas nggak nyambung-nyambung.
Operator tentunya juga tak mau disalahkan begitu saja. Sebab, mereka sebenarnya tak mendapat solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas jaringan layanan.
Harapan mendapat tambahan frekuensi yang tak kunjung datang, membuat operator akhirnya mengkanibal layanan data. Jelas, operator masih belum mau mengorbankan 'periuk nasi' layanan suaranya demi layanan data, meski sejatinya layanan data sudah bisa dianggap sebagai killer application masa depan.
Tambahan frekuensi jelas menjadi keharusan, khususnya bagi operator yang memiliki pelanggan lebih dari 10 juta nomor. Ini dikarenakan spektrum frekuensi yang harus dibagi-bagi untuk layanan suara dan data. Tapi mau bagaimana lagi, karena trafik suara terus melonjak, akhirnya layanan data yang dikorbankan.
Janji regulator untuk memberikan tambahan frekuensi 5 MHz bagi pemegang lisensi 3G sampai saat ini masih tanda tanya. Menunggu hingga evaluasi lisensi 3G kelar juga belum tentu ada hasilnya, mengingat anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan dirombak lagi.
Jelas, masalah frekuensi akan kembali terkatung-katung. Entah tahun depan. Namun pastinya, pelanggan data operator seluler tiga besar harus terus bersabar merasakan koneksi datanya tetap lelet meski layanan mereka berlabel akses broadband.
( rou / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
-
197 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
62 Komentar
-
62 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
