detikinet

Acer Rajai Bisnis Netbook

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Rabu, 10/12/2008 13:14 WIB

Acer Aspire One (ist)

Jakarta - Acer boleh menepuk dada atas kesuksesannya mengungguli produsen PC lainnya dalam persaingan bisnis netbook.

Melenggang dengan pasti bersama netbook andalannya, Aspire One, Acer mampu merajai pasaran netbook dengan menjual sekitar 2,15 juta unit netbook di kuartal ketiga, demikian hasil survei DisplaySearch, seperti dikutip detikINET dari Cnet, Rabu (10/12/2008).

Ini berarti sekitar 38,3 persen pangsa pasar netbook berada di genggaman Acer. Disusul oleh Asus yang membukukan penjualan sebanyak 1,7 juta unit dan menguasai sekitar 30,3 persen pangsa pasar.

Sementara itu, raja PC dunia, HP, tak kuasa membendung sepak terjang Acer di ranah netbook, sehingga harus puas berada di posisi ketiga, dengan pangsa pasar sebesar 5,8 persen. Di posisi keempat ada MSI dengan pangsa pasar 5,7 persen, dan Dell 2,8 persen.

Setali tiga uang dengan HP, nama-nama besar produsen PC lainnya, seperti Lenovo dan Toshiba juga tidak terlalu bersinar dalam bisnis ini. Lenovo hanya mampu meraup pangsa pasar sebesar 0,7 persen, sementara Toshiba mengantongi 0,5 persen pangsa pasar.

Antusiasme masyarakat akan netbook memang begitu besar. Maka tak heran jika di kuartal ketiga ini, pasar netbook terus meroket, dan mengalami pertumbuhan sebesar 160 persen.


( faw / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%