detikinet

Adopsi Bayi Via Internet Berujung di Meja Hijau

Devi Suzanti - detikinet
Selasa, 02/12/2008 07:16 WIB

(Reuters /D. Whiteside)

Amsterdam - Pasangan suami istri dari Belanda ingin mengadopsi seorang anak dari Belgia melalui internet. Namun, bukan anak yang mereka dapatkan, malah dihadapkan ke meja hijau. Apa masalahnya?

Menurut laporan media setempat yang dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (2/12/208), pasangan Belanda tersebut membayar untuk mengadopsi seorang anak laki-laki dari pasangan Belgia di Ghent pada bulan Juli 2008 lalu dengan harga antara 5000 dan 10000 Euro.

Biaya yang dikeluarkan itu dituding sebagai 'pembayaran' atas anak tersebut. Dengan kata lain, pasangan dari Belanda itu dianggap membeli seorang bayi.

Namun, pasangan Belanda tersebut menyangkal bahwa mereka telah membeli seorang anak. Kepada sebuah stasiun televisi di Belanda mereka mengaku hanya membayarkan biaya kehamilan ibu dari anak tersebut saja.

Pengadilan Belanda di kota Zwolle mengatakan bahwa pasangan tersebut telah melanggar peraturan tentang adopsi seorang anak asing. Pasangan itu pun diminta menyerahkan sang bayi ke pihak berwenang.

Dewan Perlindungan Anak, bagian dari Kementerian Kehakiman Belanda, meminta agar untuk sementara bayi tersebut diberikan kepada perwalian anak. Hal itu dilakukan sampai keputusan mengenai akan diapakan anak tersebut ditetapkan oleh pihak Belgia.


( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%