detikinet

Resident Evil 5 Ditolak Penciptanya

Fino Yurio Kristo - detikinet
Senin, 01/12/2008 16:02 WIB

Resident Evil 5 (capcom)

Jakarta - Demo game horor Resident Evil 5 bakal segera menyapa penggemarnya di Jepang. Sepertinya banyak gamer antusias menyambut seri terbaru besutan Capcom tersebut. Namun tak demikian rupanya dengan Shinji Mikami selaku pencipta seri Resident Evil.

Mikami belum-belum sudah menyatakan tidak akan mau memainkan seri Resident Evil 5, dimana ia tidak terlibat dalam penggarapannya. Berbicara dalam sebuah wawancara media, Mikami yang sekarang bekerja di Platinum Games mengaku bahwa memainkan Resident Evil 5 hanya akan membuatnya stres.

"Saya mungkin tidak akan memainkannya. Saya tak menyukainya karena game ini bukanlah game yang ingin saya buat. Game ini hanya membuat saya stres jika memainkannya," katanya seperti dikutip detikINET dari CVG, Senin (1/12/2008).

Menurutnya, Resident Evil 5 mungkin menyenangkan bagi para gamer. Akan tetapi hal itu rupanya tidak berlaku untuknya selaku pencipta seri tersebut.

Mikami menambahkan, tak masalah jika Resident Evil 5 banyak miripnya dengan Resident Evil 4, seri terakhir yang dibuatnya. Namun ia menyarankan agar di seri selanjutnya, Resident Evil 6, seharusnya dilakukan berbagai perubahan agar franchise tersebut tetap terus diminati.

Sharing cerita soal video game favorit? Gabung di detikINET Forum!
( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%