detikinet

IBM Cari Superstar XML Indonesia

Devi Suzanti - detikinet
Jumat, 28/11/2008 15:39 WIB

ilustrasi (ist)

Jakarta - IBM mencari pemrogram ulung bahasa markah lewat ajang 'The Search for XML Superstar'. Sejatinya, program ini untuk mahasiswa. Namun yang telah berpengalaman pun boleh ikut.

Pencarian megabintang Extensible Markup Language (XML) ini merupakan ajang internasional, di mana dalam penyelenggaraannya, IBM bekerjasama dengan Internasional DB2 User Group.

Ajang yang telah lebih dulu dibuka di Amerika Serikat dan Eropa ini, bertujuan untuk mencari mahasiswa-mahasiswa yang potensial di bidang TI dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Dengan kompetisi ini kita dapat melihat sejauh mana mahasiswa Indonesia dapat bersaing dengan mahasiswa lainnya di dunia, paling tidak di tingkat Asean," tutur Tan Wijaya, Solution Manager IBM Indonesia kepada detikINET di gedung Landmark Sudirman, Jakarta, Jumat (28/11/2008).

Kompetisi superstar XML ini telah dibuka pendaftarannya sejak awal November 2008, dan baru berakhir April 2009. Peserta dapat mendaftar lewat situs ini. Hadiah yang
ditawarkan untuk para pemenangnya cukup menarik, mulai dari iPod, iPhone, sampai
perjalanan berkeliling markas IBM di Asean dan lainnya.

Kompetisi ini terbuka tak hanya bagi mahasiswa saja, namun juga yang telah memiliki pengalaman di bidang XML dan pengelolaan basis data.




( rou / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%