detikinet

Tarik Ulur Spin Off Telepon Tetap Indosat

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Kamis, 20/11/2008 16:53 WIB

Gedung Indosat (dbu/inet)

Jakarta - Pemerintah RI dan Qatar Telecom (Qtel) bak sedang tarik ulur tentang wacana pemisahan entitas bisnis (spin off) telepon tetap (pontap) punya Indosat.

Di satu sisi, pemerintah bersikeras agar Indosat melepas divisi pontapnya terlebih dulu jika Qtel tetap ingin menambah kepemilikannya hingga 65% dari 40,8% saham yang telah dimilikinya saat ini di Indosat.

"Kalau Qtel maunya 65%, harus pisah entitas bisnis. Kalau tidak mau, ya maksimal cuma bisa 49%," tegas Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar di sela acara Indonesia Hijau, di Kantor Pusat PT Indosat, Jakarta, Kamis (20/11/2008).

Basuki tetap teguh berpatokan pada Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Daftar Negatif Investasi di sektor telekomunikasi. Perpres tersebut mengatur: investasi asing di seluler maksimal 65%, sedangkan untuk pontap 49%. Berhubung Indosat memiliki keduanya, maka pemerintah berpatokan pada persentase yang paling rendah.

Qtel sendiri diberi waktu selama dua tahun untuk melakukan pemisahan entitas antara bisnis seluler dan pontap Indosat.

Dirut Indosat Johnny Swandi menolak untuk menanggapi hal tersebut. Ia tak berani berkomentar karena menurutnya pemisahan entitas bisnis Indosat masih berupa wacana pemerintah.

"Silakan tanya saja kepada Qtel. Kami di Indosat tak mau berandai-andai dengan wacana spin off ini. Kami sudah mengirim surat kepada pemerintah namun belum mendapatkan jawaban resmi," ujarnya.
( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%