detikinet

Level Spam Dunia Turun 70 Persen

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 14/11/2008 13:08 WIB

Ilustrasi (ist.)

California - Sebuah firma web hosting bernama McColo yang diyakini sebagai biang penyebaran spam kelas wahid telah ditutup di Amerika Serikat. Hal itu menyebabkan level spam global turun drastis sampai kisaran 70 persen.

ISP di Amerika segera 'menghabisi' McColo setelah berbagai bukti menunjukkan perusahaan itu adalah raksasa dalam soal menyebar spam. Investigasi media The Washington Post mengungkap, McColo menyebar e-mail dengan umpan konten pornografi anak sampai produk sekuriti palsu.

Dikutip detikINET dari TechRadar, Jumat (14/11/2008), McColo offline sejak 11 November 2008. Namun belum ada tindakan hukum yang dilakukan terkait penutupan tersebut.

Meski demikian, digebugnya McColo membawa hasil signifikan. Perusahaan anti spam IronPort mengklaim bahwa level spam menurun sebanyak 70 persen dalam dua hari terakhir.

"Penurunan seperti ini belum pernah terjadi, akan tetapi hanya berlangsung untuk sementara saja karena networknya pasti akan dipindahkan ke tempat lain." ungkap Jason Steer, juru bicara IronPort.

Memang tampaknya kegembiraan para pemakai e-mail tidak akan berlangsung lama. Sebab, Steer juga tak lupa menambahkan bahwa level spam bakal kembali normal menjelang Natal.

Sharing info soal keamanan internet? Gabung saja di detikINET Forum!
( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%