detikinet

Guru SD Ramaikan Bursa Anggota BRTI

Ardhi Suryadhi - detikinet
Senin, 10/11/2008 15:31 WIB

Logo BRTI

Jakarta - Setelah tenggat waktu diperpanjang, peminat lowongan anggota komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dari unsur masyarakat akhirnya mulai bermunculan. Salah satu pelamar bahkan berprofesi sebagai guru sekolah dasar.

Ia adalah Deden Sofiati, lulusan S1 IAIN Sunan Gunung Jati, Bandung, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Guru dari SD 9 Mutiara Bandung ini seolah memberi warna baru dari para pelamar regulator telekomunikasi ini. Pasalnya, sebagian besar pelamar bergerak di sektor industri ataupun pengajar di universitas.

"Para palamar berasal dari berbagai background. Kami tidak masalah, karena kami menghargai mereka," tutur Kabag Humas Ditjen Postel Gatot S. Dewa Broto kepada detikINET, Selasa (10/11/2008).

Sampai Senin siang, jumlah pelamar anggota BRTI sudah mencapai 41 orang. "Biasa mereka pada last minute, besok diharapkan masih ada lamaran yang masuk," ujar Gatot.

Jika dibandingkan lowongan anggota BRTI periode yang lalu, jumlah pelamar pada periode ini memang jauh berkurang. Jumlah pelamar periode sebelumnya yang dilaksanakan tiga tahun lalu itu bahkan menembus 125 orang.

Kendati demikian, Ditjen Postel sudah memastikan bahwa tidak akan terjadi lagi perpanjangan tenggat waktu. Batas akhir lamaran pun masih ditetapkan pada Selasa, (11/11/2008).
( ash / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%