Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Email Penting Sering Mental Karena Salah Otentikasi
Jumat, 07/11/2008 15:57 WIB

Ilustrasi (ist.)
Jakarta - Pengusaha A: "Sampai lewat deadline begini, kenapa proposal bisnis yang kemarin tidak juga kamu follow up?"
Pengusaha B: "Proposal bisnis yang mana?"
Pengusaha A: "Proposal bisnis terakhir kita, yang waktu itu saya kirimkan via email?"
Pengusaha B: "Wah, beneran saya belum terima. Coba saya cek kembali."
Pengusaha A: "Waduh, hilang sudah puluhan miliar."
Sebagian pelaku bisnis di Tanah Air mungkin pernah dihadapkan dengan masalah seperti ini. Peluang bisnis di depan mata hilang seketika karena email penting yang ditunggu tak kunjung diterima.
Menurut lembaga riset IDC, hal ini seringkali disebabkan oleh "false alarm" dari proteksi email jaringan yang dipakai perusahaan. Filosofi yang dianut "guilty until proven innocent". Alhasil, email yang bukan spam atau virus seringkali di-blacklist dengan alasan melindungi bisnis.
Padahal menurut salah satu Vice President IDC untuk produk keamanan dan layanan, Chris Christiansen, email seharusnya diperlakukan dengan cara otentikasi positif.
"IDC percaya meskipun "false positif" kurang dari lima persen dari semua email yang tertangkap, kehilangan satu email penting bisa menjadi kehancuran bagi bisnis," demikian tulisnya ketika dikutip detikINET, Jumat (7/11/2008).
Otentikasi positif bisa tercapai dengan baik lewat landasan kerja yang menggabungkan daftar "accepted" dan heuristik pelengkap. Daftar "accepted" berfungsi dengan cara meneruskan secara otomatis email manapun dari seorang pengirim atau domain yang dikenal.
Berikutnya, setelah masuk daftar "accepted", heuristik lanjutan harus memeriksa dan menghapus email yang tidak terotentikasi, yang ternyata adalah spam, spyware, atau spoof. Email lain yang tidak terotentikasi atau teridentifikasi sebagai spam, akan dikarantina supaya pengguna bisa menerima atau menolaknya.
"Dengan menggunakan pemrosesan multibahasa dan karakter multibyte dalam heuristik, membuat perusahaan bisa mengidentifikasi dengan lebih baik spam dan spyware yang datang dalam berbagai bahasa yang seringkali terlewatkan oleh penyaring konten email dan blacklist konvensional," tulis IDC.
Metode proteksi email semacam ini dianggap dapat dipercaya dan dipercepat lewat sistem keamanan ke tujuan mereka masing-masing. Metode ini, menurut IDC, secara signifikan mengurangi atau menghilangkan "false positif" yang diakibatkan oleh metode penyaring konten email tradisional dan blacklist.
Ancaman Virus
Pasar manajemen keamanan konten telah menunjukan pertumbuhan yang sangat kuat selama beberapa tahun terakhir. Virus, spam, spyware, dan segala bentuk ancaman eksternal dan internal menjadi penyebab meningkatnya pasar dari tahun ke tahun.
IDC memperkirakan pasar manajemen keamanan konten akan meningkat dari US$ 4,5 miliar di 2004 menjadi US$ 10,5 miliar pada 2009 mendatang. Ini mewakili 18,7% tingkat pertumbuhan gabungan (compound annual growth rate atau CAGR).
Keamanan pesan berada di urutan kedua setelah pertumbuhan anti-spyware, masing-masing 30,9% dan 45,9%, selama periode perkiraan.
Sementara virus masih jadi kekhawatiran utama bagi perusahaan, spyware juga menghantui manajemen keamanan dan sistem.
"IDC percaya bahwa lebih dari 75% dari semua mesin korporat terinfeksi oleh berbagai macam spyware," pungkas Chris Christiansen.
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pengusaha B: "Proposal bisnis yang mana?"
Pengusaha A: "Proposal bisnis terakhir kita, yang waktu itu saya kirimkan via email?"
Pengusaha B: "Wah, beneran saya belum terima. Coba saya cek kembali."
Pengusaha A: "Waduh, hilang sudah puluhan miliar."
Sebagian pelaku bisnis di Tanah Air mungkin pernah dihadapkan dengan masalah seperti ini. Peluang bisnis di depan mata hilang seketika karena email penting yang ditunggu tak kunjung diterima.
Menurut lembaga riset IDC, hal ini seringkali disebabkan oleh "false alarm" dari proteksi email jaringan yang dipakai perusahaan. Filosofi yang dianut "guilty until proven innocent". Alhasil, email yang bukan spam atau virus seringkali di-blacklist dengan alasan melindungi bisnis.
Padahal menurut salah satu Vice President IDC untuk produk keamanan dan layanan, Chris Christiansen, email seharusnya diperlakukan dengan cara otentikasi positif.
"IDC percaya meskipun "false positif" kurang dari lima persen dari semua email yang tertangkap, kehilangan satu email penting bisa menjadi kehancuran bagi bisnis," demikian tulisnya ketika dikutip detikINET, Jumat (7/11/2008).
Otentikasi positif bisa tercapai dengan baik lewat landasan kerja yang menggabungkan daftar "accepted" dan heuristik pelengkap. Daftar "accepted" berfungsi dengan cara meneruskan secara otomatis email manapun dari seorang pengirim atau domain yang dikenal.
Berikutnya, setelah masuk daftar "accepted", heuristik lanjutan harus memeriksa dan menghapus email yang tidak terotentikasi, yang ternyata adalah spam, spyware, atau spoof. Email lain yang tidak terotentikasi atau teridentifikasi sebagai spam, akan dikarantina supaya pengguna bisa menerima atau menolaknya.
"Dengan menggunakan pemrosesan multibahasa dan karakter multibyte dalam heuristik, membuat perusahaan bisa mengidentifikasi dengan lebih baik spam dan spyware yang datang dalam berbagai bahasa yang seringkali terlewatkan oleh penyaring konten email dan blacklist konvensional," tulis IDC.
Metode proteksi email semacam ini dianggap dapat dipercaya dan dipercepat lewat sistem keamanan ke tujuan mereka masing-masing. Metode ini, menurut IDC, secara signifikan mengurangi atau menghilangkan "false positif" yang diakibatkan oleh metode penyaring konten email tradisional dan blacklist.
Ancaman Virus
Pasar manajemen keamanan konten telah menunjukan pertumbuhan yang sangat kuat selama beberapa tahun terakhir. Virus, spam, spyware, dan segala bentuk ancaman eksternal dan internal menjadi penyebab meningkatnya pasar dari tahun ke tahun.
IDC memperkirakan pasar manajemen keamanan konten akan meningkat dari US$ 4,5 miliar di 2004 menjadi US$ 10,5 miliar pada 2009 mendatang. Ini mewakili 18,7% tingkat pertumbuhan gabungan (compound annual growth rate atau CAGR).
Keamanan pesan berada di urutan kedua setelah pertumbuhan anti-spyware, masing-masing 30,9% dan 45,9%, selama periode perkiraan.
Sementara virus masih jadi kekhawatiran utama bagi perusahaan, spyware juga menghantui manajemen keamanan dan sistem.
"IDC percaya bahwa lebih dari 75% dari semua mesin korporat terinfeksi oleh berbagai macam spyware," pungkas Chris Christiansen.
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
-
Jumat, 25/05/2012 10:09 WIB
Berbahaya, Yahoo Axis Ditutup untuk Chrome
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Senin, 21/05/2012 14:07 WIB
Parah! Hacker Sebar Foto Porno Lewat Akun Facebook Pendeta
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Hati-hati Akses Internet di Hotel
-
Sabtu, 19/05/2012 09:58 WIB
Hati-hati Gunakan WiFi Publik untuk Online Banking!
-
Rabu, 16/05/2012 13:02 WIB
Awas! Malware 'Hantui' Pengunjung Wikipedia
-
Rabu, 16/05/2012 09:41 WIB
'Jailbreak dan Rooting Bikin Ponsel Tidak Aman'
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
213 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


