detikinet

Perlu Ad-Hoc untuk Operator Bermasalah

Dewi Widya Ningrum - detikinet
Kamis, 06/11/2008 16:54 WIB

Ilustrasi (diolah)

Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) selaku regulator diimbau agar tidak bertindak sebagai arbitrase ketika ada operator yang bermasalah dengan operator lain. Berperan sebagai mediasi lebih baik.

Demikian disampaikan Danrivanto Budhijanto, Dosen Hukum Telekomunikasi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, di sela-sela seminar "Perselisihan Antar Penyelenggara Telekomunikasi: Alternatif Penyelesaian", di Hotel Menara Peninsula.

Kompetisi industri telekomunikasi di Indonesia, menurut Danrivanto, bisa dikatakan rumit karena ada kepentingan regulasi, lisensi atau kontrak dengan pihak lain yang harus diperhatikan.

Jika para pemain bisnis telekomunikasi tidak bisa menyelesaikan masalah, sebaiknya regulator membuat semacam ad-hoc di mana para operator dikasih kesempatan dulu untuk menyelesaikan masalah dengan jangka waktu tertentu. Ad-hoc dibentuk jika ada masalah saja. Jika masalah antar operator terselesaikan, barulah ad-hoc ini dibubarkan.

"Kalau masalahnya mentok dan tidak bisa menemukan solusi juga, baru regulator masuk. Jadi regulator tidak powerful sebagai pengambil keputusan saja," jelasnya.

Danrivanto menilai industri telekomunikasi sebagai industri yang paling bisa survive dalam kondisi apapun. Pasalnya, konsumen tetap menggunakan layanan telekomunikasi meski dilanda krisis ekonomi.

"Jangan biarkan industri ini hancur. Operator harus in one connection dalam berkompetisi," demikian Danrivanto memberikan saran.
( dwn / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%