detikinet

Situs Pemilu Amerika Diserang Cracker

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 24/10/2008 07:59 WIB

ilustrasi (ist.)

Ohio - Pemanfaatan internet dalam pemilu Amerika Serikat (AS) belum-belum sudah bermasalah. Pasalnya, sebuah situs milik pemerintah wilayah Ohio yang mengontrol pendaftaran pemilih dan berbagai informasi pemilu diserang cracker sehingga terpaksa ditutup.

Jennifer Bruner, Secretary of State di Ohio menerangkan bahwa lembaganya terpaksa menutup situs www.sos.state.oh.us untuk sementara. Hal itu terpaksa dilakukan setelah sebuah ancaman keamanan berhasil dideteksi secara dini.

"Aksi ini dilakukan untuk mendeteksi dan mengusut segala macam pelanggaran ilegal terhadap infrastruktur voting untuk menjaga kepercayaan para pemilih," papar Brunner seperti dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (24/10/2008).

Beberapa teknisi pun harus bekerja keras untuk memastikan tidak ada informasi penting yang berhasil diraup penjahat cyber dalam serangan itu. Dalam beberapa saat, layanan situs itu sedikit demi sedikit dipulihkan.

Masalah ini memang cukup mengkhawatirkan mengingat pelaksanaan pemilu presiden makin mendekat, yakni di bulan November. Apalagi wilayah Ohio sendiri dianggap cukup berperan penting dalam menentukan kemenangan calon presiden AS, antara John McCain atau Barack Obama.


Sharing info soal keamanan cyber? Gabung saja di detikINET Forum!
( fyk / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%