detikinet

Kebocoran Data Perusahaan via E-mail Tak Terbendung

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 22/10/2008 14:14 WIB

Ilustrasi (teleappliant)

San Francisco - Pemakaian e-mail atau surat elektronik di perusahaan-perusahaan makin tidak tergantikan. Namun sayangnya, banyak perusahaan yang tidak punya sistem efektif untuk menghentikan bocornya data penting via e-mail.

Itulah yang terungkap dalam survei lembaga penelitian IDC di Amerika Serikat. Terungkap dalam survei ini bahwa 72 persen perusahaan tak mampu menghentikan bocornya data perusahaan via e-mail, menuju perusahaan atau pihak lain.

Padahal, dikutip detikINET dari Vnunet, Rabu (22/10/2008), sebanyak 85 persen manajer TI di perusahaan sebenarnya telah menaruh perhatian untuk mengantisipasi fenomena tersebut.

"Secara keseluruhan, survei kami mengungkap bahwa perusahaan perlu meningkatkan usaha mereka dalam menangkal risiko keamanan e-mail" kata Brian Burke, Program Director di IDC.

Ditambahkan, kebocoran data secara tak sengaja makin jadi ancaman bagi perusahaan ketimbang serangan hacker atau pekerja yang nakal. IDC memperkirakan bahwa lebih dari 90 persen kehilangan data terjadi karena kecelakaan.

Selain itu, sebanyak 90 persen perusahaan juga tak punya penangkal spam yang efektif. Padahal, spam seringkali mengandung program jahat berbahaya. Untuk itu perusahaan diharapkan menghadirkan solusi keamanan baru untuk mencegah kebocoran data.

Ingin tahu berbagai info soal keamanan cyber? Gabung di detikINET Forum!
( fyk / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%