detikinet

Apple Tersandung Kasus Monopoli Pasar MP3 Player

Dewi Widya Ningrum - detikinet
Jumat, 17/10/2008 09:44 WIB

Jakarta - Perang antara Apple dengan perusahaan elektronik asal Taiwan Luxpro terkait pemutar musik MP3 terus berlanjut. Apple diseret ke pengadilan atas tuduhan monopoli pasar MP3 player.

Luxpro melayangkan gugatan ke Arkansas Western District Court pada 14 Oktober dengan serentetan tuduhan. Tak hanya monopoli, produsen iPod dan iPhone itu juga dituduh mengintervensi kontrak, melakukan kompetisi bisnis yang tidak adil dan kecaman secara komersil.

Gugatan tersebut merupakan lanjutan dari kasus Apple vs Luxpro beberapa waktu lalu. Saat itu Apple dituduh menggunakan taktik ilegal, seperti menekan mitra-mitra ritel Luxpro untuk menghentikan penjualan pemutar musik milik Luxpro, untuk memonopoli pasar pemutar musik MP3.

Luxpro adalah produsen elektronik Taiwan yang membuat pemutar musik digital yang sekilas mirip iPod Shuffle generasi pertama. Produk Luxpro dinamakan Super Shuffle, muncul secara perdana di konferensi CeBIT di Hannover, Jerman pada Maret 2005.

Produk Luxpro bahkan memiliki kemampuan lebih dari iPod Shuffle, yaitu kemampuan mendengarkan radio. Karena miripnya produk ini dengan iPod Shuffle, pengacara Apple sampai meminta Luxpro untuk tidak menampilkan produk Super Shuffle dalam acara CeBIT. Luxpro lalu diminta untuk mengganti nama Super Shuffle menjadi "Super Tangent."

Pada Januari 2007, Apple menuntut Luxpro ke pengadilan Taiwan, lagi-lagi soal pemutar musik. Tuntutan Apple malah berbuah tuntutan balik. Pengadilan di Shihlin, Taiwan, justru memutuskan bahwa produk dari kedua perusahaan yang bersengketa memiliki perbedaan yang tegas.

Luxpro pun mengajukan ganti rugi US$ 100 juta dari Apple karena mengalami kerugian akibat tindakan Apple yang membawa mereka ke pengadilan. Demikian dikutip detikINET dari Informationweek, Jumat (17/10/2008).

Lebih lanjut dalam gugatan yang diajukan Luxpro baru-baru ini adalah soal intervensi kontrak. Apple mengirim surat peringatan ke perusahaan lain yang melakukan bisnis dengan Luxpro agar berhenti berbisnis dengan Luxpro. Apple konon telah menekan InterTAN, sebuah perusahaan elektronik di AS, untuk tidak menjual lagi pemutar musik MP3 Luxpro di tokonya.

InterTAN menurut saja dan 'membuang' 4.500 pemutar MP3 Luxpro. Mereka bahkan tak lagi memesan barang tersebut ke Luxpro. Best Buy dan Radio Shack bahkan ikut-ikutan berhenti berbisnis dengan Luxpro.

Lebih lanjut disebutkan dalam gugatan, Apple dituduh melakukan permintaan serupa di Orchard Company di Singapura, Kaga Electronics di Jepang dan Web Worker di Jerman untuk tak berbisnis dengan Luxpro. Apple juga mendesak pemasok AsusTek Computer dan Synnex Technology International untuk menekan distributor Luxpro Taiwan termasuk Carrefour, ET Mall, EUPA, dan 3C.


Keterangan gambar: iPod Shuffle Generasi 1 (kiri) dan tiga varian Luxpro Super Tangent (kanan).

( dwn / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%