Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Penolakan RUU Pornografi Juga Cari Dukungan Online
Senin, 13/10/2008 13:40 WIB

Screenshot Petisi Online menolak RUU Anti Pornografi
Jakarta - Kelompok yang menolak disahkannya RUU Anti Pornografi juga mencoba mencari dukungan lewat dunia maya. Sebuah petisi online pun dibuat untuk menggalang kekuatan.
Hal ini sekaligus mengikuti jejak yang telah dilakukan pendukung disahkannya RUU Anti Pornografi yang telah terlebih dahulu membuat sebuah petisi online.
Dalam petisi penolakan tersebut, si pembuat mengaku mewakili masyarakat Indonesia yang peduli terhadap persatuan dan kesatuan negara ini. Petisi ini sendiri ditujukan kepada DPR RI.
Namun, diamati detikINET pada Senin (13/10/2008) siang, dukungan yang mengalir dari 'warga' dunia maya terhadap petisi ini belum terlalu banyak, yakni baru mencapai 260-an dukungan. Hal itu mungkin disebabkan karena masih barunya kehadiran petisi ini.
Berikut adalah isi dari petisi yang diajukan tersebut:
-----
To: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Kami atas nama Masyarakat Indonesia, yang peduli terhadap persatuan dan kesatuan Republik Indonesia menyatakan:
1. MENOLAK disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Pornografi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI yang akan menjadi landasan hukum bagi aparat yang bekerjasama dengan masyarakat untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang tertuang dalam RUU tersebut.
2. Mengecam segala bentuk tindakan pelecehan maupun eksploitasi seksualitas terhadap perempuan maupun anak-anak sebagai korban dari ketiadaan landasan hukum, namun juga mengecam Rancangan Undang Undang Anti Pornografi yang gagal melihat adanya perbedaan persepsi yang timbul sebagai dampak diundangkannya RUU tersebut.
3. Menghimbau kepada pihak-pihak yang mendukung RUU ini agar melihat bahwa adanya RUU ini dapat menyebabkan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia.
4. Menghimbau kepada DPR-RI dan Pemerintah, agar MEREVISI RANCANGAN UNDANG-UNDANG ANTIPORNOGRAFI, AGAR BERSIFAT UNIVERSAL, DAN TIDAK MENGEDEPANKAN UNSUR-UNSUR PELANGGARAN HAK PRIVAT DALAM PENYUSUNAN PASAL PASALNYA.
Sincerely,
The Undersigned
--
Punya cerita menarik seputar dunia TI? Sampaikan saja ke detikINET Forum.
( ash / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hal ini sekaligus mengikuti jejak yang telah dilakukan pendukung disahkannya RUU Anti Pornografi yang telah terlebih dahulu membuat sebuah petisi online.
Dalam petisi penolakan tersebut, si pembuat mengaku mewakili masyarakat Indonesia yang peduli terhadap persatuan dan kesatuan negara ini. Petisi ini sendiri ditujukan kepada DPR RI.
Namun, diamati detikINET pada Senin (13/10/2008) siang, dukungan yang mengalir dari 'warga' dunia maya terhadap petisi ini belum terlalu banyak, yakni baru mencapai 260-an dukungan. Hal itu mungkin disebabkan karena masih barunya kehadiran petisi ini.
Berikut adalah isi dari petisi yang diajukan tersebut:
-----
To: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Kami atas nama Masyarakat Indonesia, yang peduli terhadap persatuan dan kesatuan Republik Indonesia menyatakan:
1. MENOLAK disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Pornografi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI yang akan menjadi landasan hukum bagi aparat yang bekerjasama dengan masyarakat untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang tertuang dalam RUU tersebut.
2. Mengecam segala bentuk tindakan pelecehan maupun eksploitasi seksualitas terhadap perempuan maupun anak-anak sebagai korban dari ketiadaan landasan hukum, namun juga mengecam Rancangan Undang Undang Anti Pornografi yang gagal melihat adanya perbedaan persepsi yang timbul sebagai dampak diundangkannya RUU tersebut.
3. Menghimbau kepada pihak-pihak yang mendukung RUU ini agar melihat bahwa adanya RUU ini dapat menyebabkan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia.
4. Menghimbau kepada DPR-RI dan Pemerintah, agar MEREVISI RANCANGAN UNDANG-UNDANG ANTIPORNOGRAFI, AGAR BERSIFAT UNIVERSAL, DAN TIDAK MENGEDEPANKAN UNSUR-UNSUR PELANGGARAN HAK PRIVAT DALAM PENYUSUNAN PASAL PASALNYA.
Sincerely,
The Undersigned
--
Punya cerita menarik seputar dunia TI? Sampaikan saja ke detikINET Forum.
( ash / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 18:23 WIB
Laporan dari Seoul
'Kulkas Pintar', Cek Stok Makanan dari Smartphone
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
- Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
