Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Hadapi Krisis Ekonomi
Industri Telekomunikasi Jangan Panik!
Jumat, 10/10/2008 14:32 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat mempunyai efek domino negatif terhadap sektor industri di banyak negara, termasuk Indonesia. Khusus untuk sektor telekomunikasi tanah air, Ditjen Postel punya kiat untuk mengatasinya.
Dalam siaran persnya, Kabag Humas Ditjen Postel Gatot S. Dewa Broto menghimbau kepada seluruh kalangan industri telekomunikasi untuk menyikapi badai krisis ini secara arif dan komprehensif. Artinya tidak terlalu ekspresif dan terlalu panik tetapi juga tidak boleh terlalu undermining.
Pengalaman krisis moneter tahun 1997 hingga beberapa tahun berikutnya menunjukkan bahwa sektor telekomunikasi terimbas cukup signifikan, diantaranya dengan terhentinya skema pola kerjasama KSO untuk pembangunan telekomunikasi.
Namun, kondisi 1997 sangat berbeda jika dibandingkan dengan kondisi saat ini. Hal ini karena selain fundamental sistem perekonomian Indonesia relatif cukup kuat, juga karena kondisi bisnis telekomunikasi tidak lagi berada pada rezim monopoli.
"Khususnya dengan adanya UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dan adanya kebijakan duopoli sejak bulan Agustus 2002," jelas Gatot.
Bahkan, lanjutnya, ketika masa awal krisis moneter tersebut telah berhasil dilewati dan sejumlah sektor lainnya belum sepenuhnya pulih, namun sektor telekomunikasi mungkin merupakan salah satu sektor yang cukup survive dan cepat melakukan pengembangan usaha.
"Tidak jarang naik turunnya IHSG cukup dipengaruhi oleh fluktuasi saham-saham sejumlah perusahaan telekomunikasi selain tentu saja sejumlah saham dari sektor pertambangan, perkebunan dan properti. Di samping itu, data pertumbuhan telekomunikasi sejak 2004 sampai media Juni 2008 juga cukup dapat mengindikasikan tentang tingkat pertumbuhan bisnis telekomunikasi yang cukup signifikan," jelas Gatot.
Mau curhat seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Masuk saja ke detikINET Forum.
( ash / fyk )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dalam siaran persnya, Kabag Humas Ditjen Postel Gatot S. Dewa Broto menghimbau kepada seluruh kalangan industri telekomunikasi untuk menyikapi badai krisis ini secara arif dan komprehensif. Artinya tidak terlalu ekspresif dan terlalu panik tetapi juga tidak boleh terlalu undermining.
Pengalaman krisis moneter tahun 1997 hingga beberapa tahun berikutnya menunjukkan bahwa sektor telekomunikasi terimbas cukup signifikan, diantaranya dengan terhentinya skema pola kerjasama KSO untuk pembangunan telekomunikasi.
Namun, kondisi 1997 sangat berbeda jika dibandingkan dengan kondisi saat ini. Hal ini karena selain fundamental sistem perekonomian Indonesia relatif cukup kuat, juga karena kondisi bisnis telekomunikasi tidak lagi berada pada rezim monopoli.
"Khususnya dengan adanya UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dan adanya kebijakan duopoli sejak bulan Agustus 2002," jelas Gatot.
Bahkan, lanjutnya, ketika masa awal krisis moneter tersebut telah berhasil dilewati dan sejumlah sektor lainnya belum sepenuhnya pulih, namun sektor telekomunikasi mungkin merupakan salah satu sektor yang cukup survive dan cepat melakukan pengembangan usaha.
"Tidak jarang naik turunnya IHSG cukup dipengaruhi oleh fluktuasi saham-saham sejumlah perusahaan telekomunikasi selain tentu saja sejumlah saham dari sektor pertambangan, perkebunan dan properti. Di samping itu, data pertumbuhan telekomunikasi sejak 2004 sampai media Juni 2008 juga cukup dapat mengindikasikan tentang tingkat pertumbuhan bisnis telekomunikasi yang cukup signifikan," jelas Gatot.
Mau curhat seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Masuk saja ke detikINET Forum.
( ash / fyk )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Jumat, 25/05/2012 18:23 WIB
Laporan dari Seoul
'Kulkas Pintar', Cek Stok Makanan dari Smartphone
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
- Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

