detikinet

Profil Palsu Makin Ramai 'Gentayangan' di Facebook

Dewi Widya Ningrum - detikinet
Rabu, 08/10/2008 10:41 WIB

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Para pengguna Facebook patut waspada karena makin banyak profil palsu beredar di situs jejaring sosial tersebut. Bahkan diperkirakan, hampir 40 persen profil baru di Facebook adalah buatan spammer dan pembuat program jahat (malware).

Selain itu, masih menurut survei yang dilakukan perusahaan keamanan Cloudmark, sekitar 20 sampai 40 persen profil baru di Facebook ini juga disinyalir palsu.

Tujuannya, seperti disampaikan Neil Cook selaku European Head of Technology Services Cloudmark dan dikutip detikINET dari Vnunet, Rabu (8/10/2008), tak lain adalah untuk menyebarkan malware.

Taktik yang digunakan untuk menyebarkan malware beragam. Misalnya membuat profil palsu guna menjebak pengunjung untuk mengklik link yang akan membawa mereka ke situs yang berisi program jahat.

Taktik lainnya, pelaku mencoba membujuk pengunjung untuk mengunjungi halaman profil mereka dengan cara mengundang Anda untuk di-add sebagai teman atau dengan mengirim pesan pribadi. Halaman profil tersebut kemudian juga akan diarahkan ke sebuah situs yang mengandung malware.

"Situs jejaring sosial sangat kolaboratif, oleh sebab itu media ini cocok bagi spammer dan pembuat virus untuk melakukan serangan," imbuh Cook lagi.


Punya blog atau situs menarik? Promosikan di detikINET Forum.



( dwn / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%