detikinet

Terkait Berkendara, Ponsel Lebih Bahaya dari Alkohol

Annisa M. Zakir - detikinet
Senin, 15/09/2008 07:31 WIB

Ilustrasi (ist).

West Virginia - Melakukan aktifitas dengan ponsel saat berkendara memang membahayakan. Walau undang-undang soal berkendara terus digodog, namun kecelakaan terkait dengan penggunaan ponsel masih meningkat.

Seperti yang terjadi di West Virginia, Amerika Serikat. Sersan Scott Adams dari kepolisian daerah West Virgina menyatakan, 10 hingga 20 persen kecelakaan yang terjadi berkaitan erat dengan penggunaan ponsel.

Kepolisian daerah West Virgina sendiri sedang bekerja keras untuk menerapkan hukuman tegas terhadap pengguna ponsel, seperti layaknya di beberapa negara bagian AS yang sudah memberlakukan secara resmi.

"Ponsel sekarang merupakan isu yang sangat serius, bahkan lebih serius dari meminum minuman keras," ujar Adams seperti dikutip detikINET dari Register, Senin (15/9/2008).

Menurutnya, kecelakaan berponsel banyak terjadi pada anak muda dibawah 21 tahun. "Anak umur 16-18 tahun semuanya punya ponsel, namun tak semua bisa berhubungan dengan minuman keras," tandas Adams.

Berkaitan dengan bahayanya berponsel saat berkendara memang dirasakan banyak pihak. Indonesia sendiri sudah mulai menggodok formula untuk menilang pengendara bermotor yang berponsel ria.

Ngobrolin soal hukuman pengendara bermotor yang berponsel ria? detikINET Forum tempatnya.
( amz / amz )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%