detikinet

Discomgoogolation, Penyakit Baru Candu Internet

Annisa M. Zakir - detikinet
Minggu, 07/09/2008 13:45 WIB

ilustrasi (ist)

Jakarta - Berdasarkan studi yang dilakukan terus menerus, kini psikolog mengungkapkan sebuah penyakit baru terkait dengan perilaku kecanduan internet.

Menurut studi, para penderita terindikasi ketergantungan internet ini menyandang 'penyakit' baru dengan istilah 'Discomgoogolation', yang didefinisikan sebagai perasaan stress dan kegelisahan saat tak bisa segera terhubung dengan akses informasi cepat.

Discomgoogolation sendiri merupakan gabungan dari Discombobulate yang artinya frustasi atau bingung. Sementara kata 'googolation' konon diambil dari istilah googling atau mencari informasi lewat mesin pencari Google.

"Kemudahan yang ditawarkan dunia broadband telah menciptakan budaya baru yaitu jawaban instan (melalui mesin cari di internet). Sebuah galaksi informasi yang hanya perlu satu kali klik, dan membuat manusia sangat tergantung," ujar psikolog, Dr. David Lewis, seperti dikutip detikINET dari berbagai sumber, Minggu (7/9/2008).

Labih lanjut menurut Dr.Lewis, efek fisik yang ditimbulkan dari Discomgoogolation ini juga tak main-main. "Cukup mengejutkan melihat efek stress yang dibawa penyakit ini -- aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet," tandasnya.

Jadi, apakah Anda termasuk penderita Discomgoogolation?
( amz / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%