Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
StarOne Terancam Jadi Tumbal Ambisi Qtel
Jumat, 05/09/2008 13:26 WIB

Gedung Indosat (Ist.)
Jakarta - Layanan telepon tetap Indosat, baik yang berbasis kabel (fixed wireline i-Phone) maupun nirkabel area terbatas (fixed wireless access atau FWA StarOne), terancam dijadikan tumbal demi memenuhi ambisi Qatar Telecom (Qtel).
Sebab, Qtel yang telah mengakuisisi 40,8% saham Indosat dari Singapore Technologies Telemedia (STT), terganjal Peraturan Presiden No. 111/2007 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) ketika ingin menambah lagi sahamnya menjadi 85,71%.
Aturan DNI membatasi kepemilikan asing maksimal 49% untuk penyelenggara telepon tetap dan 65% untuk seluler. Nah, kalau aturan ini yang jadi patokan, maka keinginan Qtel untuk menambah saham bisa saja terjadi. Asalkan mereka mau melepas lisensi telepon tetap yang dimiliki Indosat dan cuma menyisakan lisensi seluler saja.
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi pesimistis Qtel mau melepas salah satu lisensinya. Sebab, menurutnya, meski kemungkinannya tetap ada, hal itu akan sangat sulit dilaksanakan. "Jadi, Qtel maksimal hanya bisa 49%, kecuali mau melepas FWA. Karena, meski punya lisensi seluler, yang kami jadikan patokan ialah lisensi telepon tetap. Mereka harus menghormati aturan ini," tegasnya ketika dihubungi detikINET, Jumat (5/9/2008).
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh dan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar juga sempat menegaskan demikian. Mereka meminta Qtel untuk menghormati aturan DNI dengan tidak menambah sahamnya lebih dari 49%. Artinya, Qtel maksimal hanya boleh menambah 8,2% lagi sahamnya melalui penawaran tender (tender offer).
Sedangkan, Anggota DPD RI Marwan Batubara berpendapat, pemerintah dan Bapepam LK seharusnya menunda segala bentuk transaksi saham Indosat antara STT dengan Qtel sampai ada keputusan tetap dari Mahkamah Agung. "Terkait tender offer, saya mendukung sikap Menkominfo. Qtel harus tunduk pada pembatasan DNI," tegasnya
Di sisi lain, Heru Sutadi juga ikut menyindir Qtel. Katanya, "meski regulator memberi kesempatan kepada asing untuk berinvestasi di Indonesia, tapi pada kenyataannya persentase kepemilikannya semakin semu dan yang diuntungkan adalah pemilik saham sebelumnya. Sementara untuk pengembangan jaringan dan modal usahanya memakai pinjaman dari perbankan lokal."
Punya pemikiran seputar langkah Indosat dan Qtel? Sampaikan di detikINET Forum.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sebab, Qtel yang telah mengakuisisi 40,8% saham Indosat dari Singapore Technologies Telemedia (STT), terganjal Peraturan Presiden No. 111/2007 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) ketika ingin menambah lagi sahamnya menjadi 85,71%.
Aturan DNI membatasi kepemilikan asing maksimal 49% untuk penyelenggara telepon tetap dan 65% untuk seluler. Nah, kalau aturan ini yang jadi patokan, maka keinginan Qtel untuk menambah saham bisa saja terjadi. Asalkan mereka mau melepas lisensi telepon tetap yang dimiliki Indosat dan cuma menyisakan lisensi seluler saja.
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi pesimistis Qtel mau melepas salah satu lisensinya. Sebab, menurutnya, meski kemungkinannya tetap ada, hal itu akan sangat sulit dilaksanakan. "Jadi, Qtel maksimal hanya bisa 49%, kecuali mau melepas FWA. Karena, meski punya lisensi seluler, yang kami jadikan patokan ialah lisensi telepon tetap. Mereka harus menghormati aturan ini," tegasnya ketika dihubungi detikINET, Jumat (5/9/2008).
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh dan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar juga sempat menegaskan demikian. Mereka meminta Qtel untuk menghormati aturan DNI dengan tidak menambah sahamnya lebih dari 49%. Artinya, Qtel maksimal hanya boleh menambah 8,2% lagi sahamnya melalui penawaran tender (tender offer).
Sedangkan, Anggota DPD RI Marwan Batubara berpendapat, pemerintah dan Bapepam LK seharusnya menunda segala bentuk transaksi saham Indosat antara STT dengan Qtel sampai ada keputusan tetap dari Mahkamah Agung. "Terkait tender offer, saya mendukung sikap Menkominfo. Qtel harus tunduk pada pembatasan DNI," tegasnya
Di sisi lain, Heru Sutadi juga ikut menyindir Qtel. Katanya, "meski regulator memberi kesempatan kepada asing untuk berinvestasi di Indonesia, tapi pada kenyataannya persentase kepemilikannya semakin semu dan yang diuntungkan adalah pemilik saham sebelumnya. Sementara untuk pengembangan jaringan dan modal usahanya memakai pinjaman dari perbankan lokal."
Punya pemikiran seputar langkah Indosat dan Qtel? Sampaikan di detikINET Forum.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Jumat, 25/05/2012 18:23 WIB
Laporan dari Seoul
'Kulkas Pintar', Cek Stok Makanan dari Smartphone
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
- Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)
