detikinet

Alarm Ponsel 'Bunuh' Seorang Gadis?

Fino Yurio Kristo - detikinet
Selasa, 02/09/2008 07:40 WIB

ilustrasi (inet)

Inggris - Salah satu fitur yang paling sering dimanfaatkan dari ponsel adalah alarm. Namun siapa sangka fasilitas ini diduga kuat menyebabkan kematian seorang gadis muda.

Seperti dilansir FoxNews dan dikutip detikINET, Selasa (1/9/2008), sebuah alarm yang berbunyi nyaring dari ponsel disalahkan sebagai penyebab serangan jantung mematikan. Korbannya adalah seorang remaja asal Durham, Inggris.

Kasia Ber, gadis 17 tahun itu kolaps di rumahnya begitu mendengar alarm ponsel. Dua minggu sebelumnya, Kasia sakit di sekolah dan gurunya mengantar ke rumah sakit. Ia kedapatan menderita gangguan jantung parah, namun sang guru tak memberitahu kondisi ini pada orang tuanya.

Gadis malang ini rupanya menderita penyakit langka bernama Long TQ Syndrome. Menurut National Institute of Health, Inggris, sindrom ini adalah kondisi di mana dalam keadaan tertentu penderita bisa mengalami serangan jantung seketika.

Jika tak segera ditangani, penyakit tersebut memang bakal makin parah dan memicu kematian. Dalam kasus Kasia, dokter percaya bahwa penyebab serangan jantung yang mematikan itu adalah bunyi alarm ponsel.

Orang tua Kasia kini menyiapkan gugatan hukum pada guru anaknya karena tak memberitahu adanya penyakit tersebut.

Bincang seru seputar ponsel di
detikINET Forum!

( fyk / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%