detikinet

RIM Masih Betah 'Ikat' BlackBerry

Ardhi Suryadhi - detikinet
Kamis, 28/08/2008 17:14 WIB

Pengguna BlackBerry (ZDnet)

Jakarta - Salah satu strategi penjualan BlackBerry di Indonesia adalah membundel produk ini dengan operator telekomunikasi. Research In Motion (RIM) selaku pembuat BlackBerry mengaku masih betah dengan strategi itu.

Strategi bundling BlackBerry sampai saat ini masih dianggap sukses menarik pelanggan untuk membeli produknya.

"Belum ada rencana untuk 'memerdekakan' BlackBerry, belum terpikirkan. Kami masih akan menjalankan strategi itu karena dianggap sukses," kata Gregory Wade, Regional Vice President Asia Pasific Research In Motion (RIM) di sela-sela peluncuran BlackBerry Bold di Pasific Place, Jakarta, Kamis (28/8/2008).

Di Indonesia, penjualan BlackBerry masih terikat pada tiga operator telekomunikasi besar. Ketiganya memberikan layanan yang berbeda-beda.

Indonesia, lanjut Wade, merupakan salah satu pasar yang strategis bagi BlackBerry. Salah satunya dengan adanya layanan prabayar dari para operator yang dapat menarik konsumen yang tidak hanya berasal dari kalangan high-end (menengah ke atas).

Keberadaan BlackBerry di Indonesia dinilai masih belum sempurna karena perusahaan yang berbasis di Waterloo ini masih belum memiliki service center di Indonesia. "Kami sedang mencari waktu yang tepat untuk membuat service center," kilahnya.


Anda pengguna BlackBerry? Sharing yuk di detikINET Forum.
( dwn / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%