Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
3 Langkah Antisipasi Gangguan Palapa Ring
Kamis, 21/08/2008 12:46 WIB

Satelit (ist.)
Papua - Pemerintah menyiapkan tiga skema alternatif jika akhirnya megaproyek Palapa Ring terganggu akibat terbatasnya penyedia jaringan yang bisa membangun serat optik bawah laut dan mundur laginya anggota konsorsium.
Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar menuturkan, tiga langkah tersebut ialah menambah dana keikutsertaan anggota konsorsium yang tersisa, mencari investor baru, atau kemungkinan terburuk mengurangi kapasitas jaringan serat optik yang akan dibangun.
"Apapun hambatannya, Palapa Ring tetap harus jalan," tegasnya kepada sejumlah wartawan di sela-sela perjalanannya di Jayapura, Papua, Kamis (21/8/208).
Jika pembangunan serat optik di jalur laut (submarine cable) terhambat gara-gara masih penuhnya jadwal galian kabel para vendor dunia yang bisa membangun sistim komunikasi kabel bawah laut (SKKL), Basuki menyarankan untuk mendahulukan jalur darat (inland cable).
"Kalau submarine cable belum bisa dibangun, mungkin bisa inland cable dulu yang dibangun. Misalnya di Manado dan Sulawesi Tenggara," ujarnya.
Sementara, terkait kemungkinan mundur laginya anggota konsorsium, Basuki berharap masalah tersebut bisa diselesaikan dalam minggu ini. Basuki mengatakan, pihak Powertek Utama Internusa telah menemui dirinya untuk menyatakan komitmen sebagai anggota konsorsium Palapa Ring.
"Tapi saya tegaskan kepada Powertek, bentuk komitmen mereka harus nyata, jangan hanya di mulut saja. Kalau minggu ini mereka belum bisa memenuhi komitmen dengan menyetor 5% biaya awal yang disepakati, mereka akan menyerah mundur. Tapi kami harap, mereka tetap ikut jalan," tandasnya.
Palapa Ring sendiri merupakan program untuk membangun tulang punggung (backbone) infrastruktur serat optik sambungan internasional yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di kawasan timur Indonesia.
Megaproyek yang awalnya membutuhkan biaya US$ 225 juta itu terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable).
Setiap cincin nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya secara last mile di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps di daerah tersebut.
Mulanya, proyek tersebut akan dibangun tujuh perusahaan yang tergabung dalam suatu konsorsium. Ketujuh perusahaan itu adalah PT Bakrie Telecom Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Indosat Tbk, PT Infokom Elektrindo (termasuk PT Mobile-8 Telecom Tbk), PT Powertek Utama Internusa (representasi Linbrooke Worldwide Ltd), PT Macca System Infocom dan PT Telkom Tbk.
Namun setelah Macca System Infocom dan Infokom Elektrindo mundur, kini giliran Powertek Utama Internusa yang terancam hengkang dari konsorsium karena belum juga menyetor dana komitmen awal yang seharusnya diserahkan Juni lalu sesuai perjanjian Consortium Construction Management Agreement (CCMA).
Punya unek-unek seputar para operator tanah air? Tuangkan di detikINET Forum.
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar menuturkan, tiga langkah tersebut ialah menambah dana keikutsertaan anggota konsorsium yang tersisa, mencari investor baru, atau kemungkinan terburuk mengurangi kapasitas jaringan serat optik yang akan dibangun.
"Apapun hambatannya, Palapa Ring tetap harus jalan," tegasnya kepada sejumlah wartawan di sela-sela perjalanannya di Jayapura, Papua, Kamis (21/8/208).
Jika pembangunan serat optik di jalur laut (submarine cable) terhambat gara-gara masih penuhnya jadwal galian kabel para vendor dunia yang bisa membangun sistim komunikasi kabel bawah laut (SKKL), Basuki menyarankan untuk mendahulukan jalur darat (inland cable).
"Kalau submarine cable belum bisa dibangun, mungkin bisa inland cable dulu yang dibangun. Misalnya di Manado dan Sulawesi Tenggara," ujarnya.
Sementara, terkait kemungkinan mundur laginya anggota konsorsium, Basuki berharap masalah tersebut bisa diselesaikan dalam minggu ini. Basuki mengatakan, pihak Powertek Utama Internusa telah menemui dirinya untuk menyatakan komitmen sebagai anggota konsorsium Palapa Ring.
"Tapi saya tegaskan kepada Powertek, bentuk komitmen mereka harus nyata, jangan hanya di mulut saja. Kalau minggu ini mereka belum bisa memenuhi komitmen dengan menyetor 5% biaya awal yang disepakati, mereka akan menyerah mundur. Tapi kami harap, mereka tetap ikut jalan," tandasnya.
Palapa Ring sendiri merupakan program untuk membangun tulang punggung (backbone) infrastruktur serat optik sambungan internasional yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di kawasan timur Indonesia.
Megaproyek yang awalnya membutuhkan biaya US$ 225 juta itu terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable).
Setiap cincin nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya secara last mile di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps di daerah tersebut.
Mulanya, proyek tersebut akan dibangun tujuh perusahaan yang tergabung dalam suatu konsorsium. Ketujuh perusahaan itu adalah PT Bakrie Telecom Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Indosat Tbk, PT Infokom Elektrindo (termasuk PT Mobile-8 Telecom Tbk), PT Powertek Utama Internusa (representasi Linbrooke Worldwide Ltd), PT Macca System Infocom dan PT Telkom Tbk.
Namun setelah Macca System Infocom dan Infokom Elektrindo mundur, kini giliran Powertek Utama Internusa yang terancam hengkang dari konsorsium karena belum juga menyetor dana komitmen awal yang seharusnya diserahkan Juni lalu sesuai perjanjian Consortium Construction Management Agreement (CCMA).
Punya unek-unek seputar para operator tanah air? Tuangkan di detikINET Forum.
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Jumat, 25/05/2012 18:23 WIB
Laporan dari Seoul
'Kulkas Pintar', Cek Stok Makanan dari Smartphone
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
- Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

