Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kolom Telematika
HUT RI ke 63 dan 'Kemerdekaan' Berinternet
Kamis, 21/08/2008 11:10 WIB

Ventura Elisawati (dok. pribadi)
Jakarta - Menyambut HUT RI ke 63, ada nuansa kemerdekaan bagi warga internet di Indonesia. Setidaknya, di beberapa wilayah, misalnya, bisa menikmati Speedy Gratis Bebas Kuota. Selain itu, tarif Internet Telkom Jateng-DIY dipangkas dan hotspot gratis juga tumbuh dimana-mana.
Geliat penurunan tarif internet memang sudah beberapa saat ini digulirkan. Dalam sebuah kesempatan pada Mei lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh "menjanjikan" bahwa tarif internet akan turun sekitar 20-40%. Sebelumnya, para provider penyedia jasa internet pun telah mengoreksi harga bandwidth internasionalnya dari US$ 2.200 – US$ 2.500 per Mbps menjadi US$ 1.300 –US$ 1.800.
Saat ini penetrasi internet di Indonesia masih relatif kecil. Menurut Internetworldstats, pada 2007, 20 besar populasi internet dunia adalah sebagai berikut: Swedia 91%, Hong Kong 71%, AS 69%, Singapura 68%, Korea Selatan 65%, Australia 64%, Taiwan 61%, Jepang 61%, Inggris 60%, Jerman 55%, Canada 53%, Finlandia 51%, Itali 49%, Perancis 39%, Malaysia 38%, Spanyol 33%, Chili 23%, Mexico 10%, Indonesia 8,9%, Cina 8%.
Indonesia, dengan penetrasinya yang 8,9% menempati urutan 19 dalam populasi internet dunia. Data APJII menyebut pada akhir 2007 pemakai internet di Indonesia mencapai 25 juta. Tahun ini diperkirakan tumbuh 40%. Dengan pertumbuhan seperti itu. Internetworldstat memperkirakan pada 2012, jumlah pengguna internet di Indonesia akan sama besarnya dengan jumlah pengguna internet di Asia Tenggara.
Perkiraan ini rasanya tidaklah mengada-ada. Selain tarif murah internet (bahkan gratis), jangkauannya makin luas, dan diharapkan jaringan internet lokal akan membaik dengan adanya WIMAX ataupun LTE. Alat untuk mengakses internetpun semakin terjangkau. Harga komputer bahkan laptop juga 'terjun payung'. Laptop standar untuk akses internet menggunakan wifi (Netbook) juga sudah sebanding dengan harga ponsel cerdas: Rp 3-4 juta-an.
Artinya, masyarakat makin mudah mengakses internet. Ini sesuai dengan keinginan pemerintah untuk "memasyarakatkan internet dan menginternetkan masyarakat". Pertanyaan selanjutnya,"ngenet untuk akses apa?". Inilah yang perlu dipikirkan dan disiapkan oleh pemangku kepentingan di industri ini, yaitu: konten. Ya, konten yang positif agar masyarakat yang sudah sadar internet tidak keblusuk atau tersesat masuk ke situs-situs yang kurang bermanfaat bahkan bisa merusak moral bangsa, seperti sempat ditengarai beberapa saat lalu.
Saat ini media sosial di internet (milis/forum, blog, situs jejaring sosial, wiki dan lainnya) bisa menjadi alternatif. Media sosial makin populer di Indonesia, baik sekedar untuk mencari kawan, bersosialisasi, forum diskusi, maupun lebih dari itu. Menjaring massa dan dukungan, misalnya. Rupanya, sukses Barrack Obama dalam menggalang suara dan dukungan melalui jejaring sosial seperti Facebook, Myspace dan lainnya, menginspirasi banyak pihak di sini untuk melakukan hal serupa.
Yang jelas, harus diakui, pelbagai jejaring sosial yang ada telah menjadi alternatif pengisi konten yang positif. Sebagai contoh, blog adalah salah satu media sosial yang bisa dibuat oleh siapa saja dengan memanfaatkan teknologi Web 2.0 dimana public generate content. Bahkan, kini, para guru di sejumlah sekolah telah di'wajibkan' memiliki blog. Dengan begitu, pelbagai pelajaran bisa diupload di blog dan para orang tua muridpun bisa akses, dan bahkan chit chat dengan guru melalui blog yang ada.
Pertumbuhan blogger di Indonesia cukup menggembirakan. Jumlah blogger terus meningkat yaitu 130.000 pada tahun 2007. Pada 2008 yang memiliki akun di Blogspot sudah sekitar 247.000, di Wordpress 125.000, blog service lainnya sekitar 75.000. Penambahan fitur Bahasa Indonesia di Wordpress dan Blogspot, menunjukkan potensi pertumbuhan blogger Indonesia sangat besar. Dan itu tentu saja sangat berkait dengan potensi bisnis di dunia maya.
Dalam sebuah diskusi dengan sebuah agensi iklan internasional beberapa saat lalu disebutkan bahwa pada 2007 belanja iklan media digital dari Indonesia mencapai sekitar Rp 70 miliar. Namun, situs-situs Indonesia hanya kebagian kurang dari 40%. Sisanya diborong situs-situs asing Google, Yahoo, Friendster, dan lainnya. Tahun ini diproyeksikan angkanya akan mencapai di atas Rp 100 miliar.
Jika situs-situs Indonesia masih "miskin" konten yang diminati publik pengakses internet, maka bisa jadi nasibnya akan sama dengan tahun lalu. Yang pasti dari 10 top site versi alexa.com yang diakses dari Indonesia, hanya 2 situs Indonesia yang tercantum di situ yaitu kaskus.us di urutan 7 dan detik.com di urutan 10. Lainnya, situs asing.
Mumpung kita masih menikmati "kemerdekaan" berinternet, inilah saatnya membuat keragaman konten untuk mencerahkan dan mencerdasakan bangsa yang sudah merdeka selama 63 tahun. Ini juga sekaligus untuk mendapatkan manfaat ekonomi. Kalau tidak sekarang, apakah kita mesti menunggu sampai muncul regulasi di bidang internet, yang akhirnya membelenggu "kemerdekaan" kita?
*) Penulis, Ventura Elisawati, adalah blogger sekaligus pemerhati telematika yang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Dapat dihubungi melalui e-mail akoe[at]vlisa.com atau melalui blog-nya di http://www.vlisa.com.
( dwn / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Geliat penurunan tarif internet memang sudah beberapa saat ini digulirkan. Dalam sebuah kesempatan pada Mei lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh "menjanjikan" bahwa tarif internet akan turun sekitar 20-40%. Sebelumnya, para provider penyedia jasa internet pun telah mengoreksi harga bandwidth internasionalnya dari US$ 2.200 – US$ 2.500 per Mbps menjadi US$ 1.300 –US$ 1.800.
Saat ini penetrasi internet di Indonesia masih relatif kecil. Menurut Internetworldstats, pada 2007, 20 besar populasi internet dunia adalah sebagai berikut: Swedia 91%, Hong Kong 71%, AS 69%, Singapura 68%, Korea Selatan 65%, Australia 64%, Taiwan 61%, Jepang 61%, Inggris 60%, Jerman 55%, Canada 53%, Finlandia 51%, Itali 49%, Perancis 39%, Malaysia 38%, Spanyol 33%, Chili 23%, Mexico 10%, Indonesia 8,9%, Cina 8%.
Indonesia, dengan penetrasinya yang 8,9% menempati urutan 19 dalam populasi internet dunia. Data APJII menyebut pada akhir 2007 pemakai internet di Indonesia mencapai 25 juta. Tahun ini diperkirakan tumbuh 40%. Dengan pertumbuhan seperti itu. Internetworldstat memperkirakan pada 2012, jumlah pengguna internet di Indonesia akan sama besarnya dengan jumlah pengguna internet di Asia Tenggara.
Perkiraan ini rasanya tidaklah mengada-ada. Selain tarif murah internet (bahkan gratis), jangkauannya makin luas, dan diharapkan jaringan internet lokal akan membaik dengan adanya WIMAX ataupun LTE. Alat untuk mengakses internetpun semakin terjangkau. Harga komputer bahkan laptop juga 'terjun payung'. Laptop standar untuk akses internet menggunakan wifi (Netbook) juga sudah sebanding dengan harga ponsel cerdas: Rp 3-4 juta-an.
Artinya, masyarakat makin mudah mengakses internet. Ini sesuai dengan keinginan pemerintah untuk "memasyarakatkan internet dan menginternetkan masyarakat". Pertanyaan selanjutnya,"ngenet untuk akses apa?". Inilah yang perlu dipikirkan dan disiapkan oleh pemangku kepentingan di industri ini, yaitu: konten. Ya, konten yang positif agar masyarakat yang sudah sadar internet tidak keblusuk atau tersesat masuk ke situs-situs yang kurang bermanfaat bahkan bisa merusak moral bangsa, seperti sempat ditengarai beberapa saat lalu.
Saat ini media sosial di internet (milis/forum, blog, situs jejaring sosial, wiki dan lainnya) bisa menjadi alternatif. Media sosial makin populer di Indonesia, baik sekedar untuk mencari kawan, bersosialisasi, forum diskusi, maupun lebih dari itu. Menjaring massa dan dukungan, misalnya. Rupanya, sukses Barrack Obama dalam menggalang suara dan dukungan melalui jejaring sosial seperti Facebook, Myspace dan lainnya, menginspirasi banyak pihak di sini untuk melakukan hal serupa.
Yang jelas, harus diakui, pelbagai jejaring sosial yang ada telah menjadi alternatif pengisi konten yang positif. Sebagai contoh, blog adalah salah satu media sosial yang bisa dibuat oleh siapa saja dengan memanfaatkan teknologi Web 2.0 dimana public generate content. Bahkan, kini, para guru di sejumlah sekolah telah di'wajibkan' memiliki blog. Dengan begitu, pelbagai pelajaran bisa diupload di blog dan para orang tua muridpun bisa akses, dan bahkan chit chat dengan guru melalui blog yang ada.
Pertumbuhan blogger di Indonesia cukup menggembirakan. Jumlah blogger terus meningkat yaitu 130.000 pada tahun 2007. Pada 2008 yang memiliki akun di Blogspot sudah sekitar 247.000, di Wordpress 125.000, blog service lainnya sekitar 75.000. Penambahan fitur Bahasa Indonesia di Wordpress dan Blogspot, menunjukkan potensi pertumbuhan blogger Indonesia sangat besar. Dan itu tentu saja sangat berkait dengan potensi bisnis di dunia maya.
Dalam sebuah diskusi dengan sebuah agensi iklan internasional beberapa saat lalu disebutkan bahwa pada 2007 belanja iklan media digital dari Indonesia mencapai sekitar Rp 70 miliar. Namun, situs-situs Indonesia hanya kebagian kurang dari 40%. Sisanya diborong situs-situs asing Google, Yahoo, Friendster, dan lainnya. Tahun ini diproyeksikan angkanya akan mencapai di atas Rp 100 miliar.
Jika situs-situs Indonesia masih "miskin" konten yang diminati publik pengakses internet, maka bisa jadi nasibnya akan sama dengan tahun lalu. Yang pasti dari 10 top site versi alexa.com yang diakses dari Indonesia, hanya 2 situs Indonesia yang tercantum di situ yaitu kaskus.us di urutan 7 dan detik.com di urutan 10. Lainnya, situs asing.
Mumpung kita masih menikmati "kemerdekaan" berinternet, inilah saatnya membuat keragaman konten untuk mencerahkan dan mencerdasakan bangsa yang sudah merdeka selama 63 tahun. Ini juga sekaligus untuk mendapatkan manfaat ekonomi. Kalau tidak sekarang, apakah kita mesti menunggu sampai muncul regulasi di bidang internet, yang akhirnya membelenggu "kemerdekaan" kita?
*) Penulis, Ventura Elisawati, adalah blogger sekaligus pemerhati telematika yang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Dapat dihubungi melalui e-mail akoe[at]vlisa.com atau melalui blog-nya di http://www.vlisa.com.
( dwn / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
210 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

