Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Keluarga Besar Depkominfo Diajak Ikuti Jejak Pejuang
Senin, 18/08/2008 09:12 WIB

M. Nuh (wsh/inet)
Jakarta - Dalam rangka momentum peringatan Hari Kemerdekaan ke-63 Republik Indonesia, Menkominfo Mohammad Nuh mengajak seluruh jajarannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Caranya adalah dengan bercermin kepada pejuang.
Ajakan itu disampaikan Nuh, saat menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT Kemerdekaan ke-63 RI di Lapangan Departemen Komunikasi dan Informatika, Jl. Medan Merdeka barat 9 Jakarta, Minggu (17/8/2008).
"Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kepada keluarga besar Depkominfo, untuk menjadikan cermin dari apa yang telah dilakukan para pejuang dan pahlawan kita didalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, agar kita bisa bersama-sama mengisi kemerdekaan yang telah kita peroleh ini dengan lebih baik dan sungguh-sungguh, yang tercermin dari hasil kerja kita masing-masing," katanya.
Dikatakan Nuh, merebut kemerdekaan memang harus dengan pengorbanan. Demikian juga dengan upaya mengisi kemerdekaan yang menjadi tugas kita bersama, juga perlu dan butuh pengorbanan.
"Ke depan, dalam rangka mengisi kemerdekaan, kita telah mencanangkan program pelayanan prima dalam pemberian perizinan, melalui dukungan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan memperkuat sumber daya manusia. Program yang selama ini dijalankan secara manual, ke depan diarahkan untuk dilakukan secara digital dengan memanfaatkan TIK," imbuh mantan Rektor ITS ini.
Diharapkan, melalui TIK, wacana untuk melakukan penyederhanaan perizinan dan upaya transparansi pengurusan perizinan, akan segera bisa tercapai. Untuk itulah, ke depan diperlukan penataan kembali proses-proses yang selama ini melekat dalam pengurusan izin, yang dirasakan masyarakat masih terkesan rumit, lama, dan mahal, disamping masih adanya ruang bagi praktek-praktek penyalahgunaan wewenang, harus dihilangkan.
Nuh meyakini, tiap perubahan, perbaikan, memerlukan adaptasi, baik adaptasi dari sisi para pelaku maupun sistemnya. Untuk itu bagi seluruh staf Depkominfo, katanya berharap, harus siap melakukan adaptasi tersebut, melalui penumbuhan kesadaran baru dan meningkatkan kualitas skill dan komptensi baru.
"Saya yakin, sebagai individu-individu dari bangsa, rasanya tidak ada satu pun di antara kita yang tidak menginginkan bangsa ini bisa maju. Persoalannya bagaimana masing-masing kita dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini ke depan. Jawabnya tentu mari kita bangun vektor-vektor yang mengarah ke resultante positif, siapa pun kita, di bagian manapun atau pada Satker manapun kita berada," katanya dalam rilis.
Artinya, imbuh Nuh, dalam beraktivitas dan menjalankan tugas kita boleh berbeda pendapat, tapi dalam membangun bangsa dalam memberikan pelayanan kepada para stakeholders, senantiasa perlu bahu-membahu, bersinergi, untuk kepentingan bersama, kepentingan departemen dan kepentingan bangsa Indonesia. "Hindari prinsip saling meniadakan atau zero sum games apalagi negative sum games. Yang harus dikembangkan positive sum games, bekerja sama untuk menuju ke arah yang lebih baik," tandasnya.
Punya unek-unek seputar dunia telekomunkasi Indonesia? Sampaikan saja ke detikINET Forum.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ajakan itu disampaikan Nuh, saat menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT Kemerdekaan ke-63 RI di Lapangan Departemen Komunikasi dan Informatika, Jl. Medan Merdeka barat 9 Jakarta, Minggu (17/8/2008).
"Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kepada keluarga besar Depkominfo, untuk menjadikan cermin dari apa yang telah dilakukan para pejuang dan pahlawan kita didalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, agar kita bisa bersama-sama mengisi kemerdekaan yang telah kita peroleh ini dengan lebih baik dan sungguh-sungguh, yang tercermin dari hasil kerja kita masing-masing," katanya.
Dikatakan Nuh, merebut kemerdekaan memang harus dengan pengorbanan. Demikian juga dengan upaya mengisi kemerdekaan yang menjadi tugas kita bersama, juga perlu dan butuh pengorbanan.
"Ke depan, dalam rangka mengisi kemerdekaan, kita telah mencanangkan program pelayanan prima dalam pemberian perizinan, melalui dukungan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan memperkuat sumber daya manusia. Program yang selama ini dijalankan secara manual, ke depan diarahkan untuk dilakukan secara digital dengan memanfaatkan TIK," imbuh mantan Rektor ITS ini.
Diharapkan, melalui TIK, wacana untuk melakukan penyederhanaan perizinan dan upaya transparansi pengurusan perizinan, akan segera bisa tercapai. Untuk itulah, ke depan diperlukan penataan kembali proses-proses yang selama ini melekat dalam pengurusan izin, yang dirasakan masyarakat masih terkesan rumit, lama, dan mahal, disamping masih adanya ruang bagi praktek-praktek penyalahgunaan wewenang, harus dihilangkan.
Nuh meyakini, tiap perubahan, perbaikan, memerlukan adaptasi, baik adaptasi dari sisi para pelaku maupun sistemnya. Untuk itu bagi seluruh staf Depkominfo, katanya berharap, harus siap melakukan adaptasi tersebut, melalui penumbuhan kesadaran baru dan meningkatkan kualitas skill dan komptensi baru.
"Saya yakin, sebagai individu-individu dari bangsa, rasanya tidak ada satu pun di antara kita yang tidak menginginkan bangsa ini bisa maju. Persoalannya bagaimana masing-masing kita dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini ke depan. Jawabnya tentu mari kita bangun vektor-vektor yang mengarah ke resultante positif, siapa pun kita, di bagian manapun atau pada Satker manapun kita berada," katanya dalam rilis.
Artinya, imbuh Nuh, dalam beraktivitas dan menjalankan tugas kita boleh berbeda pendapat, tapi dalam membangun bangsa dalam memberikan pelayanan kepada para stakeholders, senantiasa perlu bahu-membahu, bersinergi, untuk kepentingan bersama, kepentingan departemen dan kepentingan bangsa Indonesia. "Hindari prinsip saling meniadakan atau zero sum games apalagi negative sum games. Yang harus dikembangkan positive sum games, bekerja sama untuk menuju ke arah yang lebih baik," tandasnya.
Punya unek-unek seputar dunia telekomunkasi Indonesia? Sampaikan saja ke detikINET Forum.
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
210 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


