detikinet

KBox Masuki Indonesia

wicak - detikinet
Rabu, 06/08/2008 21:12 WIB

KBox 1100 (pcpro)

Jakarta - KBox, perangkat manajemen sistem teknologi informasi, memasuki Indonesia melalui distributor PT Computrade Technology International (CTI).

KBox dari Kace merupakan perangkat yang bisa digunakan untuk manajemen sistem teknologi informasi pada lingkungan perkantoran. Greg Lipper, Managing Director Kace untuk wilayah Asia Pasifik mengatakan perangkat ini cocok digunakan pada perusahaan yang memiliki banyak cabang.

"Perusahaan yang punya banyak kantor tetapi tak ada orang TI di kantor-kantor kecilnya bisa memanfaatkan KBox. Perangkat ini bisa digunakan untuk patching (menambal piranti lunak-red), distribusi piranti lunak, melacak inventaris TI dan juga untuk mengetahui infrastruktur secara keseluruhan," papar Greg dalam temu media di Wisma 46, Jakarta, Rabu (6/8/2008).

CTI menambah jajaran produk Kace, termasuk KBox, ke dalam berbagai produk TI yang kini telah ditawarkannya. Selain Kace, CTI juga mendistribusikan produk IBM, Oracle, Fortinet, Double Take, Riverbed dan Redhat.

KBox saat ini telah digunakan oleh PT Pos Indonesia, sebuah divisi dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Departemen Hukum dan HAM. Disebutkan bahwa Kace di Indonesia mengalami pertumbuhan pelanggan hingga 300 persen pada 2007, namun tidak disebutkan berapa jumlah total pelanggannya.

( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%