detikinet

Friendster Pikirkan Akuisisi Perusahaan Indonesia

wicak - detikinet
Rabu, 06/08/2008 11:26 WIB

Screenshot Friendster

Jakarta - Situs jejaring sosial Friendster baru saja mendapat pendanaan USD 20 juta. Dana itu antara lain sedang dipertimbangkan untuk digunakan mengakuisisi perusahaan, termasuk dari Indonesia.

Demikian dikemukakan CEO Friendster, Richard Kimber, dalam conference call dengan wartawan dari Indonesia, Rabu (6/8/2008). "Belum ada yang pasti. Tapi kami terbuka untuk kemungkinan itu. Indonesia merupakan salah satu negara yang kami lihat," ujarnya.

Dana yang berupa modal ventura itu menurut Kimber akan digunakan juga untuk investasi membangun kantor dan kantor cabang baru serta investasi sumber daya manusia.

David Jones, VP Global Marketing Friendster, mengatakan saat ini Friendster sedang memiliki lowongan untuk posisi Marketing di Indonesia. Selanjutnya posisi itu akan menjadi awal untuk mengembangkan sebuah kantor Friendster di Indonesia.

Indonesia diakui sebagai salah satu pasar yang menjadi fokus Friendster. Bahkan Kimber menyebutkan Indonesia memiliki banyak pengguna untuk layanan Friendster Mobile yang usianya baru beberapa bulan saja.

Kimber pun menyeru pada pengembang aplikasi di Indonesia untuk bisa membuat aplikasi di Friendster. "Saat ini ada banyak aplikasi di Friendster, tapi kami ingin melihat lebih banyak aplikasi yang berasal dari Indonesia," ujarnya.


Mau bicara bisnis seputar dunia TI? Gabung saja dengan detikINET Forum.



( wsh / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%