Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
Telkom Patok Omzet Rp 561 Miliar dari Makassar
Jumat, 01/08/2008 09:22 WIB

Telepon kabel (inet)
Makasar - PT Telkom Tbk mematok omzet pendapatan sebanyak 561 miliar rupiah dari ketiga lini bisnis telekomunikasinya di Makassar pada akhir 2008 nanti.
Ketiga lini bisnis tersebut ialah layanan telepon kabel Public Switch Telephone Network (PSTN), jaringan internet broadband Speedy, serta sambungan layanan nirkabel area terbatas Flexi.
"Makassar ditargetkan memberi kontribusi 561 miliar rupiah atau meningkat tujuh persen dari 2007 lalu," ungkap GM Telkom Kandatel Makassar, Andi Muflihuddin, ketika ditemui detikINET di kantor Divisi Regional VII, Jl. AP Pettarani, Makassar, Ujung Pandang, Kamis petang (31/7/2008).
Andi optimistis ketiga lini bisnis tersebut mampu memberikan kontribusi pendapatan sesuai ekspektasi Telkom pusat, meskipun area Makassar mulai diserbu banyak kompetitor. "Bahkan bisa diraih lebih awal dari jadwal," yakinnya.
Untuk meraih omzet yang dipatok, Kandatel Makassar akan menggenjot 20 ribu pemasangan sambungan baru telepon kabel dari 214 ribu saat ini, meraih total 7750 sambungan Speedy dari 2900 sambungan yang sudah ada, dan memasarkan Flexi hingga 496 ribu dari 214 ribu di akhir 2007 lalu. "Sekarang pengguna Flexi di Makassar sudah 315 ribu," kata Andi.
Meski Andi mengatakan dua mesin produksi utama Telkom adalah Speedy dan Flexi, namun 50%-60% pendapatan tahun sebelumnya masih didominasi telepon kabel. Pendapatan per pelanggan tiap bulan atau Average Revenue Per User (ARPU) untuk telepon kabel Rp 100 ribu, Flexi Rp 50 ribu, dan Speedy 400 ribu. "Saya rasa akhir tahun nanti kontribusi ketiganya sudah akan seimbang," katanya.
Diakui, minat akan telepon kabel tidak sebesar Flexi. Dari 1300-1400 pemasangan telepon kabel baru, tingkat churn atau pelanggan yang berhenti berlangganan justru lebih tinggi, mencapai 1500 sambungan tiap bulannya. "Memang ada minus, tapi positioning telepon kabel masih tetap belum tergantikan, misalnya untuk mengajukan kredit di bank atau lainnya."
Sementara Flexi, meski tingkat churn juga cukup tinggi atau sekitar 12 ribu per bulan, namun pemasarannya di Makassar jauh lebih tinggi. "Bisa mencapai 25 ribu sambungan per bulan," tegas Andi.
Meningkatnya minat masyarakat akan Flexi, selain dipicu gimmick pemasaran yang menarik, juga karena kian diperkuatnya kualitas jaringan layanan di cakupan Makassar. Flexi di area tersebut telah dilayani 39 menara pemancar base transceiver station (BTS).
Selain Flexi, minat akan Speedy juga cukup tinggi. Terlebih setelah pasokan 600 alat produksi didatangkan dari pusat. Andi mengakui, pemasaran Speedy sempat mandek di 2007 lalu karena kehabisan alat produksi. "Namun sekarang prospeknya cukup bagus, apalagi sejak kecepatannya mulai ditingkatkan hingga 1 Mbps."
Hal itu diakui terbilang bagus bagi masyarakat Makassar yang mengandalkan komoditas laut dan ternak sapi. "Masyarakat di Makassar kini sudah mulai familiar dengan internet," pungkas Manajer Komunikasi Divre VII, Wahyudi.
Punya berkeluh kesah seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Sampaikan saja di detikINET Forum.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ketiga lini bisnis tersebut ialah layanan telepon kabel Public Switch Telephone Network (PSTN), jaringan internet broadband Speedy, serta sambungan layanan nirkabel area terbatas Flexi.
"Makassar ditargetkan memberi kontribusi 561 miliar rupiah atau meningkat tujuh persen dari 2007 lalu," ungkap GM Telkom Kandatel Makassar, Andi Muflihuddin, ketika ditemui detikINET di kantor Divisi Regional VII, Jl. AP Pettarani, Makassar, Ujung Pandang, Kamis petang (31/7/2008).
Andi optimistis ketiga lini bisnis tersebut mampu memberikan kontribusi pendapatan sesuai ekspektasi Telkom pusat, meskipun area Makassar mulai diserbu banyak kompetitor. "Bahkan bisa diraih lebih awal dari jadwal," yakinnya.
Untuk meraih omzet yang dipatok, Kandatel Makassar akan menggenjot 20 ribu pemasangan sambungan baru telepon kabel dari 214 ribu saat ini, meraih total 7750 sambungan Speedy dari 2900 sambungan yang sudah ada, dan memasarkan Flexi hingga 496 ribu dari 214 ribu di akhir 2007 lalu. "Sekarang pengguna Flexi di Makassar sudah 315 ribu," kata Andi.
Meski Andi mengatakan dua mesin produksi utama Telkom adalah Speedy dan Flexi, namun 50%-60% pendapatan tahun sebelumnya masih didominasi telepon kabel. Pendapatan per pelanggan tiap bulan atau Average Revenue Per User (ARPU) untuk telepon kabel Rp 100 ribu, Flexi Rp 50 ribu, dan Speedy 400 ribu. "Saya rasa akhir tahun nanti kontribusi ketiganya sudah akan seimbang," katanya.
Diakui, minat akan telepon kabel tidak sebesar Flexi. Dari 1300-1400 pemasangan telepon kabel baru, tingkat churn atau pelanggan yang berhenti berlangganan justru lebih tinggi, mencapai 1500 sambungan tiap bulannya. "Memang ada minus, tapi positioning telepon kabel masih tetap belum tergantikan, misalnya untuk mengajukan kredit di bank atau lainnya."
Sementara Flexi, meski tingkat churn juga cukup tinggi atau sekitar 12 ribu per bulan, namun pemasarannya di Makassar jauh lebih tinggi. "Bisa mencapai 25 ribu sambungan per bulan," tegas Andi.
Meningkatnya minat masyarakat akan Flexi, selain dipicu gimmick pemasaran yang menarik, juga karena kian diperkuatnya kualitas jaringan layanan di cakupan Makassar. Flexi di area tersebut telah dilayani 39 menara pemancar base transceiver station (BTS).
Selain Flexi, minat akan Speedy juga cukup tinggi. Terlebih setelah pasokan 600 alat produksi didatangkan dari pusat. Andi mengakui, pemasaran Speedy sempat mandek di 2007 lalu karena kehabisan alat produksi. "Namun sekarang prospeknya cukup bagus, apalagi sejak kecepatannya mulai ditingkatkan hingga 1 Mbps."
Hal itu diakui terbilang bagus bagi masyarakat Makassar yang mengandalkan komoditas laut dan ternak sapi. "Masyarakat di Makassar kini sudah mulai familiar dengan internet," pungkas Manajer Komunikasi Divre VII, Wahyudi.
Punya berkeluh kesah seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Sampaikan saja di detikINET Forum.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
- Jumat, 25/05/2012 14:16 WIB
Fujifilm Stop Pengapalan Film APS
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
-
195 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
62 Komentar
-
62 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
