detikinet

SMS Teror Bom Giring Remaja ke Penjara

Fino Yurio Kristo - detikinet
Selasa, 29/07/2008 10:44 WIB

Ilustrasi (AFP)

India - Layanan SMS seringkali disalahgunakan, misalnya saja untuk menebar berita palsu yang memicu kepanikan.

Itulah yang menyebabkan seorang anak muda berkebangsaan Nepal diringkus polisi di wilayah Orissa, India. Gara-garanya, dia mengirimkan SMS teror yang memberitahukan bom bakal meledak di daerah bernama Kolkata.

Remaja bernama Dil Bahadur (15 tahun ) ini nekat mengirim SMS teror itu pada sebuah stasiun berita. Lembaga intelijen kemudian dapat melacak pengirim SMS tersebut sehingga kepolisian kemudian membekuk Bahadur.

"Pesan SMS itu berbunyi bahwa kaum militan akan meledakkan bom di dua tempat," demikian kata Dayal Gangwar dari kepolisian setempat yang menangani kasus ini.

SMS ini menimbulkan kepanikan karena memang baru saja terjadi kasus pengeboman di wilayah Ahmedabad, India. Polisi juga sampai harus menginterogasi keluarga sang remaja tanggung.

"Kami tidak menjumpai keluarga itu punya rekaman tindak kejahatan sebelumnya, dan mereka juga tidak punya hubungan dengan organisasi teroris manapun," demikian keterangan lanjutan dari polisi.

Rupanya memang tersangka mengirimkan SMS itu hanya untuk iseng-iseng saja. Demikian seperti dikutip detikINET dari Howrah, Selasa (29/7/2008).

Ingin tahu info seru seputar layanan telekomunikasi Indonesia? Gabung saja di detikINET Forum!
( fyk / amz )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%