Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Anak Usaha Telkom Bergejolak
Selasa, 15/07/2008 21:26 WIB

Jakarta - Pemberhentian seluruh jajaran dewan komisaris dan direksi salah satu anak usaha Telkom mengundang reaksi keras para karyawan. Anak usaha yang dimaksud ialah PT Sandy Putra Makmur (SPM), yang mengurusi gedung-gedung milik Telkom.
Melalui surat pernyataan bersama yang dikeluarkan tanggal 12 Juli 2008, dan ditandatangani 13 kantor Cabang dan perwakilan SPM di seluruh Indonesia, mempertanyakan sekaligus menyatakan keberatan atas rencana pemegang saham melakukan penyegaran organisasi.
Mereka menilai tindakan pemberhentian tersebut terkesan semena-mena dan melangkahi norma-norma pengelolaan perusahaan yang baik, yakni Good Corporate Governance, Undang-Undang perseroran dan anggaran dasar perseroan SPM.
"Pemberhentian jajaran dewan direksi dan komisaris SPM tidak memenuhi mekanisme yang berlaku secara normatif sesuai UU Perseroan mapun Anggaran Dasar Perseroan," ujar Iman, salah seorang perwakilan karyawan SPM melalui siaran persnya, Selasa (15/7/2008).
Sejak berdirinya SPM pada 1989, lanjut dia, pemegang saham tidak pernah memberikan dana pengelolaan perusahaan kepada pengurus perseroan untuk mengembangkan SPM. Sehingga terkesan pemegang saham hanya berfungsi sebagai penghimpun dividen untuk mengembangkan Yayasan Sandhykara Putra Telkom (YSPT) yang semula didirikan oleh para istri-istri karyawan PT Telkom untuk kegiatan sosial dan pendidikan.
"Sementara hal tersebut sebenarnya merupakan salah satu tanggungjawab pemegang saham menurut ketentuan UU Perseroan dan Anggaran Dasar Perseroan," kata Iman lagi.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, pernyataan dari hampir seluruh kepala cabang dan perwakilan SPM, juga mengungkapkan bahwa pemberhentian yang mendadak dan terkesan semena-mena itu dikhawatirkan akan menggangu kinerja perusahaan yang sudah berjalan baik dan menjadi salah satu asset nasional serta memiliki daya saing global.
“Perhatian kami lebih kepada kepentingan perusahaan, bukan membela jajaran komisaris atau direksi yang diberhentikan. Nasib SPM itu menyangkut 12.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia,” Iman menandaskan.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Melalui surat pernyataan bersama yang dikeluarkan tanggal 12 Juli 2008, dan ditandatangani 13 kantor Cabang dan perwakilan SPM di seluruh Indonesia, mempertanyakan sekaligus menyatakan keberatan atas rencana pemegang saham melakukan penyegaran organisasi.
Mereka menilai tindakan pemberhentian tersebut terkesan semena-mena dan melangkahi norma-norma pengelolaan perusahaan yang baik, yakni Good Corporate Governance, Undang-Undang perseroran dan anggaran dasar perseroan SPM.
"Pemberhentian jajaran dewan direksi dan komisaris SPM tidak memenuhi mekanisme yang berlaku secara normatif sesuai UU Perseroan mapun Anggaran Dasar Perseroan," ujar Iman, salah seorang perwakilan karyawan SPM melalui siaran persnya, Selasa (15/7/2008).
Sejak berdirinya SPM pada 1989, lanjut dia, pemegang saham tidak pernah memberikan dana pengelolaan perusahaan kepada pengurus perseroan untuk mengembangkan SPM. Sehingga terkesan pemegang saham hanya berfungsi sebagai penghimpun dividen untuk mengembangkan Yayasan Sandhykara Putra Telkom (YSPT) yang semula didirikan oleh para istri-istri karyawan PT Telkom untuk kegiatan sosial dan pendidikan.
"Sementara hal tersebut sebenarnya merupakan salah satu tanggungjawab pemegang saham menurut ketentuan UU Perseroan dan Anggaran Dasar Perseroan," kata Iman lagi.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, pernyataan dari hampir seluruh kepala cabang dan perwakilan SPM, juga mengungkapkan bahwa pemberhentian yang mendadak dan terkesan semena-mena itu dikhawatirkan akan menggangu kinerja perusahaan yang sudah berjalan baik dan menjadi salah satu asset nasional serta memiliki daya saing global.
“Perhatian kami lebih kepada kepentingan perusahaan, bukan membela jajaran komisaris atau direksi yang diberhentikan. Nasib SPM itu menyangkut 12.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia,” Iman menandaskan.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
-
210 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

