detikinet

Bantuan Tunai Suburkan Pornografi Internet

Fino Yurio Kristo - detikinet
Sabtu, 05/07/2008 11:14 WIB

Ilustrasi (inet)

Washington - Tak hanya di Indonesia, Amerika Serikat pun punya skema semacam Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan gratis untuk mendorong ekonomi rakyat. Namun kebijakan ini disinyalir malah membuat industri porno online di negeri itu makin berkibar.

Dalam kebijakan pemerintahan George W. Bush ini, tiap pembayar pajak diberi uang tunai maksimal USD 1200. Semenjak uang itu diberikan, lembaga Adult Internet Market Research (AIMRCo) mengidentifikasi peningkatan tidak wajar dalam pemasukan industri pornografi internet.

"Biasanya, musim panas seperti ini adalah periode di mana industri melambat. Namun banyak situs yang kami survei melaporkan pertumbuhan anggota sampai 30 persen sejak pertengahan Mei ketika bantuan tunai diberikan," ungkap Kirk Mishkin, kepala penelitian di AIMRCo.

Diduga kuat, uang tunai yang diberikan pemerintah malah dihabiskan masyarakat untuk mengakses konten porno berbayar. Dugaan ini diamini Jillian Fox, juru bicara LSGmodels, salah satu situs porno yang disurvei AIMRCo.

"Dalam survei kami di bulan Juni, 32 persen responden mengakui bahwa bantuan tunai itu jadi salah satu modal mereka untuk menjadi anggota situs kami," demikian kata Fox seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Sabtu (5/7/2008).

Ngobrol seru soal internet? Yuk, gabung di detikINET Forum!

( fyk / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%