Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
Catatan oleh Rama
Di Daerah, Tunanetra Belum Kenal Komputer Bicara
Jumat, 04/07/2008 13:35 WIB

Rama dan Laptopnya (Aty Nurhayati)
Jakarta - Bagi sebagian tunanetra yang berada di wilayah perkotaan, seperti Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, komputer bicara (komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak pembaca layar alias screen reader), bukan lagi hal yang asing. Di Jakarta misalnya, para pelajar dan mahasiswa -- yang setiap hari melakukan aktivitas di Yayasan Mitra Netra (YMN) - sudah biasa bermain-main dengan komputer bicara, baik untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah dan kuliah, atau berselancar di dunia maya, atau bahkan membuat komposisi musik digital. Tetapi bagi para tunanetra di daerah, komputer bicara nampaknya masih merupakan sesuatu yang asing.
Hal ini terungkap dalam kunjungan yang penulis lakukan saat memberi program motivasi ke daerah-daerah luar Jakarta, serta kunjungan langsung tim dari YMN ke beberapa SLB di Jawa Timur. Dalam perjalanan itu, penulis menemui beberapa siswa yang belajar di lembaga-lembaga tersebut.
Di Jember, siswa-siswa tunanetra yang duduk di bangku SD dan SMP tampak kebingungan ketika ditanya perihal komputer bicara. "Emangnya ada mas komputer yang bisa bicara?" Tanya mereka dengan nada heran. Lalu, ketika ditunjukkan komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak pembaca layar, mereka tampak terperangah. Tapi, kemudian, sebagian besar mereka cukup antusias mendengarkan dan mencermati suara yang muncul dari notebook yang penulis bawa.
"Kok ngomongnya pakai bahasa Inggris?" Tanya salah seorang dari mereka. Dan, seperti yang terjadi di Jember, keheranan serupa juga ditemui ketika bertemu dengan para tunanetra di kota-kota lain; Banyuwangi, Malang, Lawang, dan Ponorogo.
Lain di Jember, lain pula Di Malang. Di kota apel ini, ada seorang tunanetra yang mengaku telah banyak membaca tentang komputer bicara, namun belum memiliki kesempatan untuk mempelajarinya. Dengan sangat antusias, Ranto, begitu nama tunanetra tersebut, mengatakan kalau dia sangat ingin menguasai komputer bicara. "Saya haus dengan komputer bicara, saya betul-betul ingin belajar," ungkap Ranto penuh semangat. Ia, Katanya, sangat merasa iri dengan teman-teman di kota lain yang sudah lebih dahulu tersentuh teknologi ini.
Apa yang dirasakan Ranto - dan mungkin banyak tunanetra lain di Indonesia yang belum berkesempatan belajar komputer bicara - nampaknya cukup bisa dimengerti. Penguasaan Teknologi Informasi (TI) sepertinya sudah menjadi kemutlakan sekarang ini, termasuk bagi kalangan tunanetra. Kemampuan para tunanetra di bidang TI tak diragukan lagi akan membuat mereka lebih siap bersaing dalam kehidupan, baik di bidang pendidikan, maupun dalam mencari peluang kerja.
Namun demikian, ada juga sebagian tunanetra yang kelihatan tak begitu perduli. Sepertinya mereka berpikir, komputer bicara terlalu asing atau mewah bagi mereka, dan terlalu kecil kesempatan mereka untuk dapat mempelajari serta mengambil manfaat bagi darinya.
Apriori? Mungkin begitu. Tapi, hal ini tentu saja tidak harus menjadi hambatan dalam memasyarakatkan TI di kalangan tunanetra. Karena bisa jadi, apriori itu akan berubah menjadi senyuman optimistis manakala tunanetra itu telah memiliki wawasan yang benar tentang pentingnya komputer bicara dalam kehidupan mereka, bukan begitu?
Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hal ini terungkap dalam kunjungan yang penulis lakukan saat memberi program motivasi ke daerah-daerah luar Jakarta, serta kunjungan langsung tim dari YMN ke beberapa SLB di Jawa Timur. Dalam perjalanan itu, penulis menemui beberapa siswa yang belajar di lembaga-lembaga tersebut.
Di Jember, siswa-siswa tunanetra yang duduk di bangku SD dan SMP tampak kebingungan ketika ditanya perihal komputer bicara. "Emangnya ada mas komputer yang bisa bicara?" Tanya mereka dengan nada heran. Lalu, ketika ditunjukkan komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak pembaca layar, mereka tampak terperangah. Tapi, kemudian, sebagian besar mereka cukup antusias mendengarkan dan mencermati suara yang muncul dari notebook yang penulis bawa.
"Kok ngomongnya pakai bahasa Inggris?" Tanya salah seorang dari mereka. Dan, seperti yang terjadi di Jember, keheranan serupa juga ditemui ketika bertemu dengan para tunanetra di kota-kota lain; Banyuwangi, Malang, Lawang, dan Ponorogo.
Lain di Jember, lain pula Di Malang. Di kota apel ini, ada seorang tunanetra yang mengaku telah banyak membaca tentang komputer bicara, namun belum memiliki kesempatan untuk mempelajarinya. Dengan sangat antusias, Ranto, begitu nama tunanetra tersebut, mengatakan kalau dia sangat ingin menguasai komputer bicara. "Saya haus dengan komputer bicara, saya betul-betul ingin belajar," ungkap Ranto penuh semangat. Ia, Katanya, sangat merasa iri dengan teman-teman di kota lain yang sudah lebih dahulu tersentuh teknologi ini.
Apa yang dirasakan Ranto - dan mungkin banyak tunanetra lain di Indonesia yang belum berkesempatan belajar komputer bicara - nampaknya cukup bisa dimengerti. Penguasaan Teknologi Informasi (TI) sepertinya sudah menjadi kemutlakan sekarang ini, termasuk bagi kalangan tunanetra. Kemampuan para tunanetra di bidang TI tak diragukan lagi akan membuat mereka lebih siap bersaing dalam kehidupan, baik di bidang pendidikan, maupun dalam mencari peluang kerja.
Namun demikian, ada juga sebagian tunanetra yang kelihatan tak begitu perduli. Sepertinya mereka berpikir, komputer bicara terlalu asing atau mewah bagi mereka, dan terlalu kecil kesempatan mereka untuk dapat mempelajari serta mengambil manfaat bagi darinya.
Apriori? Mungkin begitu. Tapi, hal ini tentu saja tidak harus menjadi hambatan dalam memasyarakatkan TI di kalangan tunanetra. Karena bisa jadi, apriori itu akan berubah menjadi senyuman optimistis manakala tunanetra itu telah memiliki wawasan yang benar tentang pentingnya komputer bicara dalam kehidupan mereka, bukan begitu?
Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Rabu, 23/05/2012 17:49 WIB
LG Siapkan TV 3D Murah
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 14:38 WIB
Pembuat 'Virus Angry Birds' Didenda Rp 724 Juta
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 14:16 WIB
Fujifilm Stop Pengapalan Film APS
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
194 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
62 Komentar
-
60 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
