detikinet

Dibekali Gadget, Pekerja Malah Stres

Fino Yurio Kristo - detikinet
Selasa, 24/06/2008 15:30 WIB

Ilustrasi (ist)

Irlandia - Meski dibekali berbagai gadget mutakhir, belum tentu karyawan bisa lebih mudah mengatur tugasnya. Malah, mereka berisiko dilanda stres.

'Depresi digital' demikian istilah yang dikemukakan Dermot Rice, pakar manajemen Irlandia dari lembaga Priority Management mengenai hal itu.

Menurutnya banyak pekerja tidak terampil mengatur prioritas tugas. Maka meski dibekali gadget mutakhir, namun jika tidak dipakai dengan benar hasilnya bakal percuma saja.

E-mail misalnya, berpotensi menimbulkan stress jika tidak diatur dengan baik. Pekerja dibombardir oleh arus e-mail dan meski mereka dibekali BlackBerry, mereka lupa menerapkan kemampuan manajerial sehingga terjadilah stres.

"Gadget malah akan menurunkan produktivitas jika tidak dipakai dengan benar," demikian peringatan Rice seperti dikutip detikINET dari SiliconRepublic, Selasa (24/6/2008).

Rice pun merekomendasikan agar pebisnis berinvestasi pada pelatihan manajerial pekerja. Mereka juga harus mengkalkulasi matang efektifitas teknologi baru yang akan diterapkan untuk meningkatkan kualitas kerja.

Dan tentu saja para pekerja harus mampu mengidentifikasi prioritas utama dan merencanakan jadwal kerja secara ketat. Misalnya saja dengan menangani arus inbox e-mail dengan baik.

Berbagi cerita seru seputar gadget? Yuk, gabung di detikINET Forum!
( fyk / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%