detikinet

Komputer Ngadat, Robot Angkasa Mogok di Mars

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 20/06/2008 14:01 WIB

Phoenix Lander (foxnews)

Los Angeles - Robot angkasa Phoenix Lander telah menjalankan misi utamanya, mengorek kemungkinan adanya kehidupan di planet Mars. Namun belum lama ini, Phoenix sempat mogok bekerja karena komputernya rusak.

Awalnya, Phoenix menggali sebuah materi dari tanah Mars. Robot canggih itu lalu mencoba mengambil gambar dan menyimpannya di komputer internal. Namun overload data membuat sang robot tak bisa melakukannya.

Dikutip detikINET dari News10, Jumat (20/6/2008), ilmuwan NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang mengkreasi Phoenix mengatakan bahwa kerusakan ini tak sampai mengakibatkan hilangnya data penting.

"Memang ada sesuatu yang hilang. Namun untungnya tidak terlalu krusial," ungkap ilmuwan Ray Arvidson yang turut menggawangi misi Phoenix ini.

Gangguan ini terlacak setelah Phoenix secara abnormal mengirim data sampai 45.000 kali. Dayanya pun habis dan tak berfungsi seharian. Normalnya, sang robot seharusnya menyimpan dulu data yang didapatnya di flash memory.

Ilmuwan NASA menyatakan sudah memperbaiki kerusakan itu meski penyebabnya belum diketahui pasti. Beberapa aktivitas Phoenix pun terpaksa dibatalkan untuk memulihkan sistem seperti sedia kala.

Berbagi info terkini soal dunia digital? Yuk, gabung di detikINET Forum!

( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%