detikinet

Video Sepak Bola Bikin YouTube Dikecam

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 19/06/2008 10:04 WIB

Ajang Euro 2008 (AFP)

Wina - Badan sepak bola Eropa (Union of European Football Associations/UEFA), mengkritik keras situs berbagi video YouTube dan juga situs foto Flickr. Pasalnya, mereka dinilai gagal membendung banyaknya orang yang melakukan upload konten sepak bola ilegal.

Alexandre Fourtoy, Chief Executive UEFA Media Technology mengemukakan, masalah pembajakan konten bola tak ada bedanya dengan pembajakan di industri film atau musik. Ia memperingatkan, tindakan seperti itu dapat merusak sepak bola.

Berbicara di Wina, Austria tempat diselenggarakannya turnamen Piala Eropa 2008, Fourtay menandaskan bahwa UEFA melawan segala tindakan pembajakan yang ditujukan untuk kepentingan bisnis komersial.

Aksi pembajakan memang tak dapat dibendung. Keberadaan teknologi memudahkan para penggemar untuk merekam aksi-aksi pertandingan dengan kamera digital atau ponsel. Mereka juga bisa mengolah konten video bola untuk kemudian secara ilegal dimasukkan ke situs berbagi video.

"Jika rekaman itu ditunjukkan pada istri Anda, tentunya tidak apa-apa. Namun jika Anda memakainya untuk membangun bisnis online, Anda akan dipenjara," tandas Fourtay seperti dikutip detikINET dari NZHerald, Kamis (19/6/2008).


Berbagi cerita seru seputar internet? Yuk, gabung di detikINET Forum!
( fyk / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%