Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Giliran Timur Tengah Kuasai Telekomunikasi Indonesia
Senin, 09/06/2008 11:09 WIB

ilustrasi (diolah/ist)
Jakarta - Setelah era investor Singapura dan Malaysia, pasar telekomunikasi Indonesia jadi incaran negara-negara petrodolar alias Timur Tengah. Hingga kini sudah ada tiga investor dari jazirah Arab yang masuk ke perusahaan telekomunikasi Indonesia.
Bermula investor dari Uni Emirate Arab, Etisalat yang membeli 15,97% saham PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) milik kelompok Rajawali pada Desember 2007. Etisalat merupakan salah satu pemain besar di Asia Timur. Dengan membeli XL, Etisalat kini memiliki operasional di 16 negara.
Setelah Etisalat pada Februari 2008, Saudi Telecom Company yang berbasis di Arab Saudi bersama Maxis Communications asal Malaysia memproklamirkan Axis melalui bendera PT Natrindo Telepon Seluler.
Axis merupakan operator penyedia layanan seluler GSM dan 3G di Indonesia yang menawarkan layanan komunikasi yang inovatif dan ekonomis. AXIS mulai beroperasi di Jawa dan Sumatera, dan saat ini sedang gencar mengembangkan jaringan 2G dan 3G-nya ke beberapa wilayah lain di Indonesia.
Pemegang saham utama Axis adalah Saudi Telecom Company (51%) dan Maxis Communications (44%) sementara 5% sisanya dimiliki oleh perusahaan lokal.
Dan yang paling gres tentu saja masuknya Qatar Telecom (Qtel) yang membeli 40,8% saham milik Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia).
"Negara-negara Arab sedang punya modal besar, pelaku pasar sebenarnya sudah mencium akan ada lagi negara petrodolar yang membeli saham perusahaan telekomunikasi Indonesia, dan terbukti dengan masuknya Qtel ke Indosat," kata pengamat saham Adrian Rusmano dalam perbincangannya dengan detikINET, Senin (9/6/2008).
Negara-negara Arab, kata Adrian memiliki ciri, jika satu investor berhasil masuk akan diikuti oleh investor lainnya.
Investor dari Arab ini, kata Adrian, memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan perusahaan sasarannya. "Pendanaan yang kuat ini akan membuat perusahaan sasaran seperti Qtel di Indosat untuk bisa melakukan ekspansi demi memperbesar usahanya," tutur Adrian.
Sementara investor Singapura masih memiliki saham di Telkomsel yakni Singtel sebesar 35%. Sedangkan investor Malaysia melalui Telecom Malaysia menguasai mayoritas saham di XL.
( ir / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bermula investor dari Uni Emirate Arab, Etisalat yang membeli 15,97% saham PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) milik kelompok Rajawali pada Desember 2007. Etisalat merupakan salah satu pemain besar di Asia Timur. Dengan membeli XL, Etisalat kini memiliki operasional di 16 negara.
Setelah Etisalat pada Februari 2008, Saudi Telecom Company yang berbasis di Arab Saudi bersama Maxis Communications asal Malaysia memproklamirkan Axis melalui bendera PT Natrindo Telepon Seluler.
Axis merupakan operator penyedia layanan seluler GSM dan 3G di Indonesia yang menawarkan layanan komunikasi yang inovatif dan ekonomis. AXIS mulai beroperasi di Jawa dan Sumatera, dan saat ini sedang gencar mengembangkan jaringan 2G dan 3G-nya ke beberapa wilayah lain di Indonesia.
Pemegang saham utama Axis adalah Saudi Telecom Company (51%) dan Maxis Communications (44%) sementara 5% sisanya dimiliki oleh perusahaan lokal.
Dan yang paling gres tentu saja masuknya Qatar Telecom (Qtel) yang membeli 40,8% saham milik Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia).
"Negara-negara Arab sedang punya modal besar, pelaku pasar sebenarnya sudah mencium akan ada lagi negara petrodolar yang membeli saham perusahaan telekomunikasi Indonesia, dan terbukti dengan masuknya Qtel ke Indosat," kata pengamat saham Adrian Rusmano dalam perbincangannya dengan detikINET, Senin (9/6/2008).
Negara-negara Arab, kata Adrian memiliki ciri, jika satu investor berhasil masuk akan diikuti oleh investor lainnya.
Investor dari Arab ini, kata Adrian, memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan perusahaan sasarannya. "Pendanaan yang kuat ini akan membuat perusahaan sasaran seperti Qtel di Indosat untuk bisa melakukan ekspansi demi memperbesar usahanya," tutur Adrian.
Sementara investor Singapura masih memiliki saham di Telkomsel yakni Singtel sebesar 35%. Sedangkan investor Malaysia melalui Telecom Malaysia menguasai mayoritas saham di XL.
( ir / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
-
210 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

