detikinet

Seperti Apa Bus Masa Depan?

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 30/05/2008 14:12 WIB

Ilustrasi (inhabitat)

Berlin - Bus masa depan bakal dibekali sensor lingkungan, kamera dan teknologi GPS (Global Positioning System) terintegrasi.

Maka bukan hanya sebatas bisa mengangkut penumpang, bus itu juga mampu membantu mengatasi masalah di jalanan seperti kemacetan.

Setidaknya, itulah bus futuristik proyeksi ilmuwan Eropa dalam proyek pan-European Moryne. Mereka baru saja mendemonstrasikan bus teknologi tinggi itu di kota Berlin, Jerman.

Bus ini bisa mentransmisi data nirkabel via ponsel, Wi Fi, atau jaringan WiMax menuju pusat kendali lalu lintas. Gunanya untuk menganalisis situasi jalanan yang dilaluinya. Jika terjadi kemacetan misalnya, bus ini bisa 'memberitahu' pusat kendali sehingga bisa dicari solusinya.

"Jika terjadi kericuhan di dalam bus, polisi juga bisa langsung diberitahu melalui sistem bus," demikian dikatakan koordinator proyek, Patrice Simon mengenai kegunaan lain bus tersebut.

Tak cukup hanya itu, dalam bus yang satu ini juga dikembangkan sistem sensor untuk mendeteksi adanya kabut atau es di jalanan.

"Memang kebanyakan kota besar telah punya sistem untuk menganalisis cuaca dan kemacetan. Bus canggih ini akan jadi pelengkapnya," tutur Simon seperti dikutip detikINET dari VNunet, Jumat (30/5/2008).

Ngobrol seru soal teknologi? Yuk, gabung di detikINET Forum!
( fyk / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%