Berita Utama
-
Senin, 21/05/2012 13:18 WIB
Priscilla Chan, Dokter yang Jadi Nyonya Zuckerberg
-
Senin, 21/05/2012 13:45 WIB
5 Brand yang Sukses 'Jualan' via Instagram
-
Senin, 21/05/2012 15:24 WIB
Wah! Kamera Instagram Bakal Diwujudkan
-
Senin, 21/05/2012 15:47 WIB
5 Brand Raksasa yang Kalah Mahal dari Facebook
-
Senin, 21/05/2012 13:33 WIB
Semoga Facebook Tak Bernasib Seperti Friendster
-
Senin, 21/05/2012 11:27 WIB
Tips Membuat Foto Bokeh
-
Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Ini Dia Pengguna Pertama Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Besok, Samsung Luncurkan Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 09:47 WIB
Mengintip Pesta Pernikahan Mark Zuckerberg
Indosat Coba Energi Alternatif BTS
Kamis, 29/05/2008 19:57 WIB

Gedung Indosat (dbu/inet)
Jakarta - Indosat mulai mengujicoba energi alternatif seperti matahari, angin, dan minyak nabati, sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan menara pemancar telekomunikasi Base Transceiver Station (BTS).
Dirut PT Indosat Johnny Swandi Sjam mengungkapkan dana investasi yang dikucurkan untuk ujicoba pengalihan ke energi alternatif tersebut sebesar Rp 1,5 miliar.
"Ujicoba penggunaan energi alternatif dari listik dan BBM sudah dilakukan di dua lokasi yaitu Girissari Uluwatu, Bali dan di Labuan, Lombok," ujarnya dalam rilis peluncuran Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) 2008, Jakarta, Kamis (29/5/2008)
Pengembangan BTS energi alternatif merupakan hasil kerjasamanya dengan PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Diperkirakan BTS yang beralih menggunakan energi alternatif hingga akhir 2008 sekitar 50 unit.
"Pengalihan penggunaan energi alternatif BTS tersebut bagian dari komitmen perusahaan untuk mengurangi penggunaan energi BBM, dengan tidak mengurangi kualitas layanan kepada konsumen. Selain bisa hemat energi, BTS energi alternatif ini juga ramah lingkungan," kata Johnny tanpa mau merinci lebih lanjut tentang biaya yang bisa dihemat perusahaan dari pengalihan 50 BTS energi alternatif tersebut.
Ia hanya menjelaskan, biaya penggunaan energi BBM Indosat setiap tahun kurang dari satu persen dari biaya operasional perusahaan. "Umumnya saat ini setiap BTS membutuhkan catu daya listrik rata-rata 2000-3000 watt setiap hari. Dengan energi alternatif tersebut diharapkan dapat melayani satu radio BTS," katanya lagi.
Hingga akhir Maret 2008 jumlah BTS Indosat mencapai mencapai 11.667 unit tersebar di sekitar 425 kabupaten/kotamadya, dan 3.270 kecamatan untuk melayani 26,5 juta pelanggan seluler Indosat di seluruh tanah air.
"Pengembangan BTS energi alternatif utamanya akan dikembangkan di luar Jawa, selain pasok listrik di sejumlah lokasi kurang, juga karena energi angin, matahari dan bioenergi cukup tersedia di luar Jawa," Johnny menandaskan.
Punya keluhan tentang layanan Indosat? Diskusikan saja dengan pembaca lainnya di detikINET forum!
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dirut PT Indosat Johnny Swandi Sjam mengungkapkan dana investasi yang dikucurkan untuk ujicoba pengalihan ke energi alternatif tersebut sebesar Rp 1,5 miliar.
"Ujicoba penggunaan energi alternatif dari listik dan BBM sudah dilakukan di dua lokasi yaitu Girissari Uluwatu, Bali dan di Labuan, Lombok," ujarnya dalam rilis peluncuran Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) 2008, Jakarta, Kamis (29/5/2008)
Pengembangan BTS energi alternatif merupakan hasil kerjasamanya dengan PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Diperkirakan BTS yang beralih menggunakan energi alternatif hingga akhir 2008 sekitar 50 unit.
"Pengalihan penggunaan energi alternatif BTS tersebut bagian dari komitmen perusahaan untuk mengurangi penggunaan energi BBM, dengan tidak mengurangi kualitas layanan kepada konsumen. Selain bisa hemat energi, BTS energi alternatif ini juga ramah lingkungan," kata Johnny tanpa mau merinci lebih lanjut tentang biaya yang bisa dihemat perusahaan dari pengalihan 50 BTS energi alternatif tersebut.
Ia hanya menjelaskan, biaya penggunaan energi BBM Indosat setiap tahun kurang dari satu persen dari biaya operasional perusahaan. "Umumnya saat ini setiap BTS membutuhkan catu daya listrik rata-rata 2000-3000 watt setiap hari. Dengan energi alternatif tersebut diharapkan dapat melayani satu radio BTS," katanya lagi.
Hingga akhir Maret 2008 jumlah BTS Indosat mencapai mencapai 11.667 unit tersebar di sekitar 425 kabupaten/kotamadya, dan 3.270 kecamatan untuk melayani 26,5 juta pelanggan seluler Indosat di seluruh tanah air.
"Pengembangan BTS energi alternatif utamanya akan dikembangkan di luar Jawa, selain pasok listrik di sejumlah lokasi kurang, juga karena energi angin, matahari dan bioenergi cukup tersedia di luar Jawa," Johnny menandaskan.
Punya keluhan tentang layanan Indosat? Diskusikan saja dengan pembaca lainnya di detikINET forum!
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
-
Rabu, 16/05/2012 19:45 WIB
Bongkar Pasang Formasi Tiga Raksasa Telekomunikasi
-
Rabu, 16/05/2012 19:18 WIB
Lengser dari Telkomsel, Sarwoto Balik ke Telkom Urus Satelit
-
Rabu, 16/05/2012 18:43 WIB
Alex Sinaga, Dirut Baru Telkomsel
-
Rabu, 16/05/2012 15:21 WIB
Direksi Telkomsel Dirombak?
- Senin, 21/05/2012 09:47 WIB
Mengintip Pesta Pernikahan Mark Zuckerberg
- Senin, 21/05/2012 15:47 WIB
5 Brand Raksasa yang Kalah Mahal dari Facebook
- Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Ini Dia Pengguna Pertama Galaxy S III di Indonesia
- Senin, 21/05/2012 10:23 WIB
Fitur Andalan Galaxy S III Dipreteli
- Senin, 21/05/2012 13:33 WIB
Semoga Facebook Tak Bernasib Seperti Friendster
- Senin, 21/05/2012 19:22 WIB
Ini Dia Penyebab Facebook Gagal Terbang Tinggi
- Senin, 21/05/2012 08:37 WIB
Penjahat Seks Incar 1.000 Gadis di Facebook
- Senin, 21/05/2012 11:27 WIB
Klinik Fotografi
Tips Membuat Foto Bokeh
- Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Besok, Samsung Luncurkan Galaxy S III di Indonesia
-
87 Komentar
-
79 Komentar
-
78 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
48 Komentar
-
42 Komentar
-
39 Komentar
Pro Kontra
Index »
iPad Generasi Terbaru Memuaskan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message






