Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
'Semua Bisnis TI Asing Wajib Bangun Pabrik!'
Rabu, 21/05/2008 16:15 WIB

Dirjen Postel (inet)
Jakarta - Seluruh pemain asing yang mau masuk ke industri teknologi informasi (TI) di Indonesia sebenarnya hendak diwajibkan untuk membangun pabrik. Kapan kewajiban itu berlaku?
"Kalau saya diberi otoritas penuh, akan saya wajibkan seluruh pemain ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi-red) asing untuk membangun pabrik di sini sebagai investasinya," tegas Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar. Ia membuat andai-andai demikian ketika ditemui di sela acara ICT Expo 2008 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
Pasalnya, dari anggaran Rp 70 triliun yang digelontorkan operator telekomunikasi setiap tahunnya, menurutnya, lokal cuma mendapat secuil. "Itu juga paling dari bisnis menara. Nah, di menara pun asing tetap ngotot ingin dapat porsi bisnis. Jadi, saya rasa tidak ada salahnya asing saya wajibkan membangun pabrik di sini. Toh, mereka dapat uang banyak setiap tahunnya dari hasil jualannya di Indonesia," keluhnya
Basuki secara tegas mendukung industri ICT lokal, khususnya yang bergerak di sektor telekomunikasi. Karena menurutnya, anak-anak bangsa yang berkecimpung di bidang itu memiliki potensi besar.
"Saya yakin mereka bisa. Anak-anak Indonesia pintar-pintar, cuma kurang pede (percaya diri) saja. Mental bangsa kita memang masih inlander, suka mencibir dengan hasil karya bangsa sendiri karena terlalu sering dicekoki barang asing. Lihat saja, apa yang bisa kita hasilkan dari 2G untuk lokal?" selorohnya.
Meski demikian, di satu sisi, Dirjen juga tengah senang dan berbangga hati. Pasalnya, industri ICT lokal yang tadinya dipandang sebelah mata, kini telah mampu menunjukkan kapabilitasnya.
"Nyatanya bisa. Setelah diproteksi dan didukung penuh selama dua tahun belakangan ini, perusahaan lokal akhirnya mampu memproduksi teknologi Wimax," katanya.
"Karena yakin lokal bisa berkarya, itu sebabnya pula kita tidak ragu-ragu mengucurkan dana Rp 18 miliar untuk biaya riset di Wimax," Basuki menandaskan.
Punya pengalaman bisnis di bidang TI? Ikut detikINET Forum yuk!
( rou / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Kalau saya diberi otoritas penuh, akan saya wajibkan seluruh pemain ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi-red) asing untuk membangun pabrik di sini sebagai investasinya," tegas Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar. Ia membuat andai-andai demikian ketika ditemui di sela acara ICT Expo 2008 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
Pasalnya, dari anggaran Rp 70 triliun yang digelontorkan operator telekomunikasi setiap tahunnya, menurutnya, lokal cuma mendapat secuil. "Itu juga paling dari bisnis menara. Nah, di menara pun asing tetap ngotot ingin dapat porsi bisnis. Jadi, saya rasa tidak ada salahnya asing saya wajibkan membangun pabrik di sini. Toh, mereka dapat uang banyak setiap tahunnya dari hasil jualannya di Indonesia," keluhnya
Basuki secara tegas mendukung industri ICT lokal, khususnya yang bergerak di sektor telekomunikasi. Karena menurutnya, anak-anak bangsa yang berkecimpung di bidang itu memiliki potensi besar.
"Saya yakin mereka bisa. Anak-anak Indonesia pintar-pintar, cuma kurang pede (percaya diri) saja. Mental bangsa kita memang masih inlander, suka mencibir dengan hasil karya bangsa sendiri karena terlalu sering dicekoki barang asing. Lihat saja, apa yang bisa kita hasilkan dari 2G untuk lokal?" selorohnya.
Meski demikian, di satu sisi, Dirjen juga tengah senang dan berbangga hati. Pasalnya, industri ICT lokal yang tadinya dipandang sebelah mata, kini telah mampu menunjukkan kapabilitasnya.
"Nyatanya bisa. Setelah diproteksi dan didukung penuh selama dua tahun belakangan ini, perusahaan lokal akhirnya mampu memproduksi teknologi Wimax," katanya.
"Karena yakin lokal bisa berkarya, itu sebabnya pula kita tidak ragu-ragu mengucurkan dana Rp 18 miliar untuk biaya riset di Wimax," Basuki menandaskan.
Punya pengalaman bisnis di bidang TI? Ikut detikINET Forum yuk!
( rou / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:48 WIB
m-Commerce Terus Melesat di Indonesia
-
Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Modal Pas-pasan, Tantangan Start Up Lokal
-
Kamis, 24/05/2012 15:11 WIB
Bos Sales BlackBerry Mengundurkan Diri
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 20:11 WIB
Operator-Vendor Kolaborasi Kembangkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 18:09 WIB
Telkom Kucurkan USD 10 Juta Kembangkan Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 17:08 WIB
Penyelenggara Cloud Wajib Bangun Data Center di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 12:52 WIB
UKM Belum Melek Cloud Computing
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
-
210 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

