Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Frekuensi 3G Operator Bakal Ditambah
Selasa, 13/05/2008 14:15 WIB

BTS (inet)
Jakarta - Pemerintah akan menambah frekuensi 3G bagi operator seluler yang membutuhkannya jika yang bersangkutan dinilai telah memenuhi komitmen dalam lisensi modern.
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh menegaskan demikian ketika diwawancarai detikINET di suatu kesempatan belum lama ini di Jababeka, Cikarang.
"Nanti dari hasil evaluasi audit jaringan 3G kita bisa tahu, operator mana yang kurang mengoptimalkan, dan mana yang justru kekurangan. Dari situ, yang tidak optimal frekuensinya akan kita cabut, dan yang membutuhkan akan kita tambah," ujarnya.
Kini ada lima operator seluler yang memiliki lisensi 3G yaitu Telkomsel, Excelcomindo Pratama (XL), Indosat, Natrindo Telepon Seluler (NTS), dan Hutchinson CP Telecom Indonesia (HCPT). Dan tiga besar di antaranya telah mengajukan permintaan resmi untuk menambah frekuensi.
Pada spektrum 3G di pita 2,1 GHz, frekuensi yang telah dialokasikan untuk kelima operator tersebut selebar 25 MHz. Artinya, masih ada sisa frekuensi yang bisa digunakan selebar 35 MHz.
Regulator melalui Tim Evaluasi Pemakaian Frekuensi saat ini masih mengevaluasi pemakaian frekuensinya sejak lisensi diberikan beberapa tahun lalu. Setelah evaluasi usai, baru kemudian disiapkan konsep pemberian frekuensi tambahan.
Dalam mengukur kebutuhan frekuensi, regulator akan melihat jumlah pelanggan, komitmen perluasan jaringan, dan model bisnis yang diterapkan. Tambahan frekuensi yang diberikan kepada operator yang dinilai layak, masing-masing selebar 5 MHz.
Namun, penambahan frekuensi tersebut harus disertai dengan pembayaran yang nominalnya belum ditentukan. Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar mengisyaratkan, bisa saja biayanya sebesar up front fee saat lelang 3G dua tahun lalu yakni 160 miliar rupiah atau lebih. "Angka itu yang masih kita kaji," ujarnya lagi.
Saat lelang frekuensi 3G dua tahun lalu, negara mendapatkan uang segar sekitar Rp 566 miliar. Angka itu di luar Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi yang jumlahnya bervariasi setiap tahunnya. Pada tahun pertamanya, tiga operator pemenang tender 3G, Telkomsel, Indosat, dan XL, harus membayar sebesar Rp 32 miliar.
Memberatkan Operator
Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja dan Presdir XL Hasnul Suhaimi sama-sama berpendapat, jika besaran biaya yang dikenakan untuk tambahan frekuensi 3G senilai dengan BHP frekuensi ketika lisensi pertama kali diberikan, akan memberatkan operator karena model bisnisnya saat ini sudah berubah.
"Tarif yang kami kenakan sudah berubah dibandingkan ketika pertama kali lisensi 3G ada," demikian kata mereka.
Sementara Hasnul menambahkan, frekuensi 3G miliknya dialokasikan 70% untuk data dan sisanya bagi layanan suara. Namun sayangnya, pendapatan yang dihasilkan dari layanan data hanya 10% bagi perusahaan. "Jika regulator mengenakan biaya semahal itu untuk mendapatkan frekuensi, bagaimana mungkin kami menurunkan tarif internet kami," katanya.
Pun ia menyarankan, regulator menggunakan sistem insentif untuk memberikan frekuensi. Sehingga, jika operator mendapatkan tambahan frekuensi, ada jaminan bisa memberikan tarif internet murah. "Itu akan lebih menantang operator, dan masyarakat bisa merasakan dampaknya secara langsung," pungkasnya.
Bagaimana menurut Anda tentang layanan 3G para operator telekomunikasi? Sampaikan di detikINET Forum.
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh menegaskan demikian ketika diwawancarai detikINET di suatu kesempatan belum lama ini di Jababeka, Cikarang.
"Nanti dari hasil evaluasi audit jaringan 3G kita bisa tahu, operator mana yang kurang mengoptimalkan, dan mana yang justru kekurangan. Dari situ, yang tidak optimal frekuensinya akan kita cabut, dan yang membutuhkan akan kita tambah," ujarnya.
Kini ada lima operator seluler yang memiliki lisensi 3G yaitu Telkomsel, Excelcomindo Pratama (XL), Indosat, Natrindo Telepon Seluler (NTS), dan Hutchinson CP Telecom Indonesia (HCPT). Dan tiga besar di antaranya telah mengajukan permintaan resmi untuk menambah frekuensi.
Pada spektrum 3G di pita 2,1 GHz, frekuensi yang telah dialokasikan untuk kelima operator tersebut selebar 25 MHz. Artinya, masih ada sisa frekuensi yang bisa digunakan selebar 35 MHz.
Regulator melalui Tim Evaluasi Pemakaian Frekuensi saat ini masih mengevaluasi pemakaian frekuensinya sejak lisensi diberikan beberapa tahun lalu. Setelah evaluasi usai, baru kemudian disiapkan konsep pemberian frekuensi tambahan.
Dalam mengukur kebutuhan frekuensi, regulator akan melihat jumlah pelanggan, komitmen perluasan jaringan, dan model bisnis yang diterapkan. Tambahan frekuensi yang diberikan kepada operator yang dinilai layak, masing-masing selebar 5 MHz.
Namun, penambahan frekuensi tersebut harus disertai dengan pembayaran yang nominalnya belum ditentukan. Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar mengisyaratkan, bisa saja biayanya sebesar up front fee saat lelang 3G dua tahun lalu yakni 160 miliar rupiah atau lebih. "Angka itu yang masih kita kaji," ujarnya lagi.
Saat lelang frekuensi 3G dua tahun lalu, negara mendapatkan uang segar sekitar Rp 566 miliar. Angka itu di luar Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi yang jumlahnya bervariasi setiap tahunnya. Pada tahun pertamanya, tiga operator pemenang tender 3G, Telkomsel, Indosat, dan XL, harus membayar sebesar Rp 32 miliar.
Memberatkan Operator
Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja dan Presdir XL Hasnul Suhaimi sama-sama berpendapat, jika besaran biaya yang dikenakan untuk tambahan frekuensi 3G senilai dengan BHP frekuensi ketika lisensi pertama kali diberikan, akan memberatkan operator karena model bisnisnya saat ini sudah berubah.
"Tarif yang kami kenakan sudah berubah dibandingkan ketika pertama kali lisensi 3G ada," demikian kata mereka.
Sementara Hasnul menambahkan, frekuensi 3G miliknya dialokasikan 70% untuk data dan sisanya bagi layanan suara. Namun sayangnya, pendapatan yang dihasilkan dari layanan data hanya 10% bagi perusahaan. "Jika regulator mengenakan biaya semahal itu untuk mendapatkan frekuensi, bagaimana mungkin kami menurunkan tarif internet kami," katanya.
Pun ia menyarankan, regulator menggunakan sistem insentif untuk memberikan frekuensi. Sehingga, jika operator mendapatkan tambahan frekuensi, ada jaminan bisa memberikan tarif internet murah. "Itu akan lebih menantang operator, dan masyarakat bisa merasakan dampaknya secara langsung," pungkasnya.
Bagaimana menurut Anda tentang layanan 3G para operator telekomunikasi? Sampaikan di detikINET Forum.
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
-
210 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

