detikinet

Hadang 'Santet' via Ponsel, Polda Riau Gandeng Tokoh Agama

Chaidir Anwar Tanjung - detikinet
Kamis, 08/05/2008 10:35 WIB

ilustrasi (ist./diolah)

Pekanbaru - Polda Riau meminta masyarakat tidak terpancing isu santet lewat handphone yang merebak. Isu itu tidak bisa dipercaya dan dilakukan oleh orang iseng saja.

"Kita akan turunkan tim untuk menangani isu-isu yang menyesatkan masyarakat. Kita sudah koordinasi dengan semua pihak baik DPRD, tokoh agama dan praktisi selular untuk mencari tahu rumor telepon ini," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Zulkifli kepada detikcom, Kamis (8/5/2008).

Zulkifli meminta masyarakat Riau tidak terpancing isu itu. "Nggak mungkinlah orang membunuh lewat telepon. Jelas ini kerjaan orang iseng saja," ujarnya.

Isu santet muncul di sejumlah kabupaten di Riau. Mulai dari Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Kota Dumai dan sejumlah kota lainnnya. Sumbernya adalah SMS berantai yang isinya kurang lebih jangan coba-coba menerima nomor yang muncul dengan warna merah. Nomor yang muncul di layar HP dari 08666xxx dan 06666xxxx. Bila mucul nomor tersebut dan berwarna merah, maka hal itu adalah nomor si penyantet.

SMS itu kini juga telah merambah ke kota-kota lain di Sumatera bahkan di Jawa. Namun polisi menegaskan, tidak ada kasus pembunuhan akibat santet seperti yang disebut di atas.

Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena? Sampaikan di thread khusus pada Forum!


( cha / dbu )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%