detikinet

Penurunan Tarif Seluler Redam 'Amukan' Inflasi

Wahyu Daniel - detikinet
Jumat, 02/05/2008 15:13 WIB

Rusman Heriawan (dnl/fin)

Jakarta - Inflasi April sebenarnya bisa 'mengamuk' lebih tinggi dari 0,57%. Semua karena penurunan tarif pulsa telepon seluler, yang telah memberikan sumbangan terbesar terhadap deflasi di bulan April 2008 sebesar 0,21%.

Hal tersebut disampaikan disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Jumat (2/5/2008).

"Kalau tidak ada penurunan tarif telepon seluler ini, inflasi itu bisa lebih tinggi dari 0,57%. Jadi inflasi itu kalau tidak penurunan tarif ini, itu 0,57% ditambah 0,21% tadi. Jadi cukup tinggi," jelas Rusman.

Selain itu, penyumbang deflasi di bulan April karena penurunan harga beras. Rusman mengatakan, penurunan harga beras menyumbang deflasi 0,09%.

"Selain tarif ponsel dan beras tersebut, ikan segar dan cabe merah juga menyumbang deflasi sebesar 0,05% di bulan April," katanya.

Inflasi pada April, dikatakan Rusman, memang jauh lebih jinak jika dibandingkan inflasi Maret 2008 yang sebesar 0,95%.

"Inflasi year on year memang cukup tinggi 8,96% karena pada April 2007 terjadi deflasi sebesar 0,16%. Karena itu, yang perlu diwaspadai adalah bulan Mei. Jika Mei lebih tinggi tingkat inflasinya dibandingkan Mei 2007 yang sebesar 0,10%, maka year on year-nya bisa tembus 9%," papar Rusman.
( qom / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%