detikinet

Pornografi Anak Jadi Incaran Google

Fino Yurio Kristo - detikinet
Selasa, 15/04/2008 15:23 WIB

Google (bloomberg)

San Francisco - Raksasa internet Google merilis software khusus untuk membantu melacak aktivitas penjahat yang mengeksploitasi sisi seksualitas bocah-bocah tak berdosa di internet.

Google menciptakan teknologi itu untuk lembaga perlindungan anak, National Centre for Missing and Exploited Children (NCMEC). Teknologi tersebut dikembangkan dari software yang dipakai Google dalam memblokir video tertentu di salah satu situs miliknya, YouTube.

Dikutip detikINET dari BBC, Selasa (15/4/2008), program Google ini bisa membantu NCMEC mengidentifikasi file internet yang mengandung konten pelecehan seksual dengan lebih mudah dan cepat. Pengorganisasian file ataupun video pun dinyatakan akan lebih efisien.

Menurut ilmuwan Google yang memimpin proyek ini, Shumeet Baluja, semakin banyaknya penjahat yang memakai internet untuk mengeksploitasi anak, data yang harus diinvestigasi pun makin melonjak.

Sebagai gambaran, sejak tahun 2002 NCMEC telah meneliti lebih dari 13 juta gambar pelecehan seksual anak di dunia maya.

"Kaum kriminal telah memakai teknologi terkini dalam mengeksploitasi anak-anak. Maka kami pun harus melakukan hal yang sama," ungkap CEO NCMEC, Ernie Allen tentang adopsi teknologi Google ini.

Berbagi info soal fenomena dunia digital? Kunjungi detikINET Forum!
( fyk / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%