Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kolom Telematika
Kasus ASTRO: Persaingan Teknologi Satelit Negeri Jiran
Senin, 14/04/2008 07:45 WIB

Ilustrasi (ist.)
Jakarta - (Tulisan 1 dari 2)
Indonesia sejak tahun 1976 sudah menjadi Negara yang memiliki satelit sebagai sarana telekomunikasinya. Pada saat itu Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang menggunakan satelit sebagai Sistem Komunikasi Domestiknya, setelah USA dan Kanada.
Bertahun-tahun lamanya Indonesia berjaya dalam persatelitan, semua negara – negara ASEAN memakai/menyewa transponder Satelit Palapa.
Tetapi ternyata negara-negara tetangga kita tidak tinggal diam, satu per satu mereka menyiapkan infrastruktur telekomunikasi yang paling luas liputannya ini. Malaysia, Thailand, Philipina, dan Singapura mulai meluncurkan satelitnya sendiri.
Mulailah terjadi persaingan di bidang satelit komunikasi ini. Indonesia mulai ketinggalan, bukan saja dalam hal Satelit ( Space Segment )-nya tapi juga dalam hal aplikasi yang dilewatkan atau didistribusikan dengan satelit.
Satelit adalah sebuah repeater yang diletakkan pada ketinggian 36.000 km di atas permukaan bumi - geostasioner. Karena ketinggiannya itu satelit mempunyai liputan yang sangat luas.
Pada awalnya satelit hanya dipergunakan untuk siaran televisi dan telepon. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi (IT), satelit juga berperanan penting dalan penyebaran informasi dan aplikasi IT lainnya; seperti internet, ATM, dan saat ini Multimedia.
ASTRO
Negara tetangga yang gencar dalam hal kompetisi bisnis satelit adalah Malaysia. Negara ini baru memiliki satelit sendiri sekitar 90-an di era PM Mahathir Mohamad. Mahathir dikenal dengan visi Malaysia 2020-nya. Beliau sangat perhatian terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan infrastruktur serta segala sesuatu yang berkenaan dengan ruang angkasa.
Ini terbukti dengan peluncuran 2 satelit-nya Measat 1 dan 2 serta dilanjutkan dengan Measat 3 dan 4. Terbukti pula Malaysia berhasil mengirimkan astronotnya ke ruang angkasa, padahal ini seharusnya sudah dilakukan Indonesia pada 1986 kalau saja tidak terjadi kecelakaan pesawat ulang-alik.
Salah satu kecerdikan Malaysia yang lain adalah mendirikan sebuah Perusahaan TV berbayar ASTRO dengan memakai Satelit Measat 2, kemudian dilanjutkan dengan Measat 3. ASTRO menggunakan frekuensi Ku-band (14/12 GHz.). Dengan antenna 0.6 m layanan ASTRO di Malaysia berkembang pesat. Kemudian ASTRO mengembangkan sayapnya ke Indonesia dengan nama ASTRO NUSANTARA dan mulai mengudara sekitar 2005.
Siaran ASTRO cukup menarik dan mempunyai kualitas gambar yang bagus. ASTRO dengan berani memakai Ku-band sebagai frekuensi kerjanya. Frekuensi ini selalu dihindari oleh pemain satelit di daerah tropis termasuk Indonesia, karena redaman hujannya yang tinggi yang mengakibatkan terputusnya siaran.
Tetapi dengan memakai frekuensi ini ASTRO mengambil keuntungan, yaitu dish antenna yang kecil sehingga mudah dan cepat pemasangannya serta bandwidth yang lebar selain juga terhindar dari interferensi teresterial microwave.
Persaingan
Sebenarnya Indonesia juga mempunyai provider layanan TV berbayar yang mengudara sejak 1997 dengan memakai Satelit Cakrawarta, yang khusus dirancang untuk siaran atau broadcasting. Satelit ini mempunyai frekuensi kerja S-band, yang kemudian hari frekuensi ini sangat berdekatan dengan Wifi (2,4 GHz.) dan Wimax (2,3GHz.).
Maka terjadilah persaingan terbuka antara keduanya. Indovision seperti kewalahan dengan ASTRO. Padahal kalau dilihat dari frekuensi kerjanya S-band itu tidak rentan oleh cuaca, artinya siaran Indovision tidak akan putus jika ada hujan. Dan Indovision sudah mengeluarkan iklan yang secara tidak langsung mengungkapkan hal itu.
Ku-band, frekuensi yang ditakuti oleh pengguna satelit di daerah tropis, karena redaman hujannya tinggi. Redaman yang tinggi ini mengakibatkan putusnya siaran. Tetapi perkembangan Ku-band di daerah tropis makin hari makin gencar.
(bersambung: Kasus Astro: Indonesia Kalah Jumlah dan Teknologi).
Anda punya pendapat tentang ASTRO dan teknologi satelit? Silakan diskusikan di thread khusus 'Ada Apa dengan ASTRO?' pada detikINET Forum.
Keterangan: Penulis adalah Researcher Ku-band di Indonesia dan Anggota Asosiasi Satelit Indonesia
( dbu / dbu )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Indonesia sejak tahun 1976 sudah menjadi Negara yang memiliki satelit sebagai sarana telekomunikasinya. Pada saat itu Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang menggunakan satelit sebagai Sistem Komunikasi Domestiknya, setelah USA dan Kanada.
Bertahun-tahun lamanya Indonesia berjaya dalam persatelitan, semua negara – negara ASEAN memakai/menyewa transponder Satelit Palapa.
Tetapi ternyata negara-negara tetangga kita tidak tinggal diam, satu per satu mereka menyiapkan infrastruktur telekomunikasi yang paling luas liputannya ini. Malaysia, Thailand, Philipina, dan Singapura mulai meluncurkan satelitnya sendiri.
Mulailah terjadi persaingan di bidang satelit komunikasi ini. Indonesia mulai ketinggalan, bukan saja dalam hal Satelit ( Space Segment )-nya tapi juga dalam hal aplikasi yang dilewatkan atau didistribusikan dengan satelit.
Satelit adalah sebuah repeater yang diletakkan pada ketinggian 36.000 km di atas permukaan bumi - geostasioner. Karena ketinggiannya itu satelit mempunyai liputan yang sangat luas.
Pada awalnya satelit hanya dipergunakan untuk siaran televisi dan telepon. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi (IT), satelit juga berperanan penting dalan penyebaran informasi dan aplikasi IT lainnya; seperti internet, ATM, dan saat ini Multimedia.
ASTRO
Negara tetangga yang gencar dalam hal kompetisi bisnis satelit adalah Malaysia. Negara ini baru memiliki satelit sendiri sekitar 90-an di era PM Mahathir Mohamad. Mahathir dikenal dengan visi Malaysia 2020-nya. Beliau sangat perhatian terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan infrastruktur serta segala sesuatu yang berkenaan dengan ruang angkasa.
Ini terbukti dengan peluncuran 2 satelit-nya Measat 1 dan 2 serta dilanjutkan dengan Measat 3 dan 4. Terbukti pula Malaysia berhasil mengirimkan astronotnya ke ruang angkasa, padahal ini seharusnya sudah dilakukan Indonesia pada 1986 kalau saja tidak terjadi kecelakaan pesawat ulang-alik.
Salah satu kecerdikan Malaysia yang lain adalah mendirikan sebuah Perusahaan TV berbayar ASTRO dengan memakai Satelit Measat 2, kemudian dilanjutkan dengan Measat 3. ASTRO menggunakan frekuensi Ku-band (14/12 GHz.). Dengan antenna 0.6 m layanan ASTRO di Malaysia berkembang pesat. Kemudian ASTRO mengembangkan sayapnya ke Indonesia dengan nama ASTRO NUSANTARA dan mulai mengudara sekitar 2005.
Siaran ASTRO cukup menarik dan mempunyai kualitas gambar yang bagus. ASTRO dengan berani memakai Ku-band sebagai frekuensi kerjanya. Frekuensi ini selalu dihindari oleh pemain satelit di daerah tropis termasuk Indonesia, karena redaman hujannya yang tinggi yang mengakibatkan terputusnya siaran.
Tetapi dengan memakai frekuensi ini ASTRO mengambil keuntungan, yaitu dish antenna yang kecil sehingga mudah dan cepat pemasangannya serta bandwidth yang lebar selain juga terhindar dari interferensi teresterial microwave.
Persaingan
Sebenarnya Indonesia juga mempunyai provider layanan TV berbayar yang mengudara sejak 1997 dengan memakai Satelit Cakrawarta, yang khusus dirancang untuk siaran atau broadcasting. Satelit ini mempunyai frekuensi kerja S-band, yang kemudian hari frekuensi ini sangat berdekatan dengan Wifi (2,4 GHz.) dan Wimax (2,3GHz.).
Maka terjadilah persaingan terbuka antara keduanya. Indovision seperti kewalahan dengan ASTRO. Padahal kalau dilihat dari frekuensi kerjanya S-band itu tidak rentan oleh cuaca, artinya siaran Indovision tidak akan putus jika ada hujan. Dan Indovision sudah mengeluarkan iklan yang secara tidak langsung mengungkapkan hal itu.
Ku-band, frekuensi yang ditakuti oleh pengguna satelit di daerah tropis, karena redaman hujannya tinggi. Redaman yang tinggi ini mengakibatkan putusnya siaran. Tetapi perkembangan Ku-band di daerah tropis makin hari makin gencar.
(bersambung: Kasus Astro: Indonesia Kalah Jumlah dan Teknologi).
Anda punya pendapat tentang ASTRO dan teknologi satelit? Silakan diskusikan di thread khusus 'Ada Apa dengan ASTRO?' pada detikINET Forum.
Keterangan: Penulis adalah Researcher Ku-band di Indonesia dan Anggota Asosiasi Satelit Indonesia
( dbu / dbu )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
211 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


