Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kasus Film Fitna
'Blokir Situs Jangan Main Hantam Kromo'
Selasa, 08/04/2008 17:37 WIB

Cuplikan Film Fitna (liveleaks)
Jakarta - Pemerintah boleh-boleh saja melarang peredaran film 'Fitna' di internet. Namun, bukan berarti semua situs dan blog yang memuat 'Fitna' jadi sasaran pemblokiran.
Terlepas dari pro kontra mengenai isi film Fitna, pemerintah harusnya melakukan pemblokiran konten dengan tepat, tidak main hantam kromo seperti yang saat ini dilakukan. Demikian diungkapkan Valens Riyadi, pengamat dan pelaku bidang teknologi informasi (TI) yang juga aktif di Yayasan Air Putih kepada detikINET, Selasa (8/4/2008).
Situs-situs yang sekarang ini diblok seperti Myspace, YouTube, Rapidshare, dan sebagainya, menurut Valens adalah situs umum yang memuat banyak hal. "Banyak orang di Indonesia yang menjadikan situs itu sebagai alat penting dalam usaha mereka. Banyak orang berjualan online memanfaatkan situs-situs tersebut," imbaunya.
Pemblokiran yang sekarang dilakukan adalah blok terhadap keseluruhan domain. Padahal di situs yang diblok tersebut terdapat konten yang bermanfaat. Dalam 'pergaulan' internet internasional, Valens menilai hal ini tidak memberikan citra yang positif bagi internet Indonesia, namun negatif.
"Bayangkan apabila situs-situs tersebut membalas melakukan blok atas akses yang berasal dari IP Indonesia. Sudah bertahun-tahun kita berjuang supaya IP Indonesia bisa diterima di seluruh situs, terutama situs e-commerce. Hingga saat ini pun belum 100% situs e-commerce menerima IP Indonesia," tandasnya lagi.
Pihak-pihak yang terkait, lanjut Valens, harus bisa duduk bersama untuk merumuskan langkah apa yang seharusnya dilakukan. Pihak Menkominfo pun seharusnya memberikan instruksi yang lebih jelas dan mendasar, baik secara kebijakan maupun teknis. Ibarat mau membunuh seekor tikus di lumbung, tetapi seluruh lumbung yang kita bakar. Harus ditemukan cara yang tepat supaya blok yang dilakukan tepat sasaran, dan tidak melebar pada konten lain yang berguna.
Anda punya pendapat mengenai pemblokiran situs yang dilakukan pemerintah? Sampaikan di detikINET Forum.
( dwn / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Terlepas dari pro kontra mengenai isi film Fitna, pemerintah harusnya melakukan pemblokiran konten dengan tepat, tidak main hantam kromo seperti yang saat ini dilakukan. Demikian diungkapkan Valens Riyadi, pengamat dan pelaku bidang teknologi informasi (TI) yang juga aktif di Yayasan Air Putih kepada detikINET, Selasa (8/4/2008).
Situs-situs yang sekarang ini diblok seperti Myspace, YouTube, Rapidshare, dan sebagainya, menurut Valens adalah situs umum yang memuat banyak hal. "Banyak orang di Indonesia yang menjadikan situs itu sebagai alat penting dalam usaha mereka. Banyak orang berjualan online memanfaatkan situs-situs tersebut," imbaunya.
Pemblokiran yang sekarang dilakukan adalah blok terhadap keseluruhan domain. Padahal di situs yang diblok tersebut terdapat konten yang bermanfaat. Dalam 'pergaulan' internet internasional, Valens menilai hal ini tidak memberikan citra yang positif bagi internet Indonesia, namun negatif.
"Bayangkan apabila situs-situs tersebut membalas melakukan blok atas akses yang berasal dari IP Indonesia. Sudah bertahun-tahun kita berjuang supaya IP Indonesia bisa diterima di seluruh situs, terutama situs e-commerce. Hingga saat ini pun belum 100% situs e-commerce menerima IP Indonesia," tandasnya lagi.
Pihak-pihak yang terkait, lanjut Valens, harus bisa duduk bersama untuk merumuskan langkah apa yang seharusnya dilakukan. Pihak Menkominfo pun seharusnya memberikan instruksi yang lebih jelas dan mendasar, baik secara kebijakan maupun teknis. Ibarat mau membunuh seekor tikus di lumbung, tetapi seluruh lumbung yang kita bakar. Harus ditemukan cara yang tepat supaya blok yang dilakukan tepat sasaran, dan tidak melebar pada konten lain yang berguna.
Anda punya pendapat mengenai pemblokiran situs yang dilakukan pemerintah? Sampaikan di detikINET Forum.
( dwn / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
211 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

