Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kolom Telematika (2)
Gaet Pelanggan Tak Melulu Soal Tarif Murah
Senin, 31/03/2008 13:57 WIB

Ventura Elisawati (dok. pribadi)
Jakarta - Secara sederhana yang dibeli pelanggan dari operator telekomunikasi adalah sebuah produk atau layanan, tentunya yang berkualitas. Dan dalam layanan yang berkualitas tersebut ada 2 komponen besar: harga dan benefit (manfaat dari layanan yang dibeli).
Dalam jasa layanan telekomunikasi, harga adalah merupakan uang yang dibayarkan pelanggan untuk membayar lamanya ia menggunakan jaringan operator tersebut. Katakanlah pelanggan A, menelepon menggunakan fasilitas kartu prabayar operator 'X' selama 3 menit, dia membayar Rp 10, misalnya. Dan seperti paparan sebelumnya, saat ini tampaknya semua operator seperti 'kompak' untuk fokus dan eksplorasi tarif dalam pesan komunikasinya.
Tarif, atau harga bisa jadi secara jangka pendek merupakan taktik yang paling ampuh digunakan dalam promosi. Namun, potensi pengembangannya terbatas. Karena promo tarif yang populer ya cuma turun, dan kalau bicara turun, pasti ada batasannya. Dan benarkah yang diinginkan pelanggan hanya tarif murah?
Sementara ada komponen layanan lain yang lebih unlimited untuk dieksplorasi, yaitu: manfaat. Sebut saja: coverage, customer service, jaringan distribusi (kemudahan mendapatkan isi ulang), success call ratio, fitur dan layanan nilai tambahnya (sms, mms, m-banking, RBT), akses internet dan sebagainya.
Jika ditelaah lebih jauh, sejatinya, untuk industri yang berbasis teknologi dan cepat berubah dalam berhubungan dengan pelanggan, tak bisa melihat kebutuhan pelanggan hanya dari sisi 'past dan present' saja. John F Lytle, dalam bukunya berjudul 'What do you your customers really want?' mengatakan bahwa riset pemasaran harus difokuskan pada kebutuhan pelanggan di masa 'present dan future'.
Sehingga memahami kebutuhan pelanggan saat ini saja tidaklah cukup, tapi operator juga harus mampu menangkap dan memprediksikan kebutuhan pelanggan di masa mendatang. Ini sangat relevan dengan industri telekomunikasi yang sangat dinamis. Di satu sisi, perkembangan teknologi itu sendiri merupakan pemicu perubahan perilaku pelanggan. Di sisi lain, aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kompetitor juga aspek sangat penting yang menyebabkan perubahan perilaku dan kebutuhan pelanggan.
Karenanya, di dalam memasarkan produk-produk berbasis teknologi tinggi seperti ini memang kemudian 'Edukasi pelanggan' menjadi faktor fundamental. Agar pelanggan dan calon pelanggan yang semula tidak paham, menjadi paham, dan kemudian menjadi loyal.
Untuk bisa memberikan edukasi yang tepat, tentunya pemahaman operator tentang siapa pelanggan yang dibidik sangatlah penting. Sehingga program komunikasi yang dibuat pun menjadi tepat guna dan tepat sasaran. Artinya, unsur context dan content komunikasi harus dikelola dengan baik. Dan saat target pasar makin beragam, baik strata ekonomi, sosial maupun kultural, maka diferensiasi content dan context pun dilakukan, sesuai segmentasi pasar yang ada.
Apapun, pada akhirnya program komunikasi yang dilakukan oleh produsen adalah untuk menggiring calon pelanggan, mula-mula hanya aware, desire, kemudian trial, experience, akhirnya repeat. Dan 'repeat' lah yang diharapkan semua operator. Karenanya, membuat pelanggan paham kenapa ia membeli layanan sama artinya memberikan alasan kepada pelanggan kenapa ia harus loyal. Atau malah lebih suka memilih situasi yang seperti sekarang ini: Satisfied today, dissatisfied tomorrow.
Penulis, Ventura Elisawati, adalah blogger sekaligus praktisi pemasaran yang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Dapat dihubungi melalui e-mail akoe[at]vlisa.com atau melalui blog-nya di http://www.vlisa.com.
Tulisan lainnya:
- Internet Sehat? Why Not?
- SMS, Dicintai Sekaligus Dibenci
- Hotspot Gratis Oke, Tetapi Kok Tanpa Strategi Pemasaran
- Menanti Edukasi di 'Mantera' Iklan Operator
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dalam jasa layanan telekomunikasi, harga adalah merupakan uang yang dibayarkan pelanggan untuk membayar lamanya ia menggunakan jaringan operator tersebut. Katakanlah pelanggan A, menelepon menggunakan fasilitas kartu prabayar operator 'X' selama 3 menit, dia membayar Rp 10, misalnya. Dan seperti paparan sebelumnya, saat ini tampaknya semua operator seperti 'kompak' untuk fokus dan eksplorasi tarif dalam pesan komunikasinya.
Tarif, atau harga bisa jadi secara jangka pendek merupakan taktik yang paling ampuh digunakan dalam promosi. Namun, potensi pengembangannya terbatas. Karena promo tarif yang populer ya cuma turun, dan kalau bicara turun, pasti ada batasannya. Dan benarkah yang diinginkan pelanggan hanya tarif murah?
Sementara ada komponen layanan lain yang lebih unlimited untuk dieksplorasi, yaitu: manfaat. Sebut saja: coverage, customer service, jaringan distribusi (kemudahan mendapatkan isi ulang), success call ratio, fitur dan layanan nilai tambahnya (sms, mms, m-banking, RBT), akses internet dan sebagainya.
Jika ditelaah lebih jauh, sejatinya, untuk industri yang berbasis teknologi dan cepat berubah dalam berhubungan dengan pelanggan, tak bisa melihat kebutuhan pelanggan hanya dari sisi 'past dan present' saja. John F Lytle, dalam bukunya berjudul 'What do you your customers really want?' mengatakan bahwa riset pemasaran harus difokuskan pada kebutuhan pelanggan di masa 'present dan future'.
Sehingga memahami kebutuhan pelanggan saat ini saja tidaklah cukup, tapi operator juga harus mampu menangkap dan memprediksikan kebutuhan pelanggan di masa mendatang. Ini sangat relevan dengan industri telekomunikasi yang sangat dinamis. Di satu sisi, perkembangan teknologi itu sendiri merupakan pemicu perubahan perilaku pelanggan. Di sisi lain, aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kompetitor juga aspek sangat penting yang menyebabkan perubahan perilaku dan kebutuhan pelanggan.
Karenanya, di dalam memasarkan produk-produk berbasis teknologi tinggi seperti ini memang kemudian 'Edukasi pelanggan' menjadi faktor fundamental. Agar pelanggan dan calon pelanggan yang semula tidak paham, menjadi paham, dan kemudian menjadi loyal.
Untuk bisa memberikan edukasi yang tepat, tentunya pemahaman operator tentang siapa pelanggan yang dibidik sangatlah penting. Sehingga program komunikasi yang dibuat pun menjadi tepat guna dan tepat sasaran. Artinya, unsur context dan content komunikasi harus dikelola dengan baik. Dan saat target pasar makin beragam, baik strata ekonomi, sosial maupun kultural, maka diferensiasi content dan context pun dilakukan, sesuai segmentasi pasar yang ada.
Apapun, pada akhirnya program komunikasi yang dilakukan oleh produsen adalah untuk menggiring calon pelanggan, mula-mula hanya aware, desire, kemudian trial, experience, akhirnya repeat. Dan 'repeat' lah yang diharapkan semua operator. Karenanya, membuat pelanggan paham kenapa ia membeli layanan sama artinya memberikan alasan kepada pelanggan kenapa ia harus loyal. Atau malah lebih suka memilih situasi yang seperti sekarang ini: Satisfied today, dissatisfied tomorrow.
Penulis, Ventura Elisawati, adalah blogger sekaligus praktisi pemasaran yang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Dapat dihubungi melalui e-mail akoe[at]vlisa.com atau melalui blog-nya di http://www.vlisa.com.
Tulisan lainnya:
- Internet Sehat? Why Not?
- SMS, Dicintai Sekaligus Dibenci
- Hotspot Gratis Oke, Tetapi Kok Tanpa Strategi Pemasaran
- Menanti Edukasi di 'Mantera' Iklan Operator
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
211 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

