Berita Utama
-
Senin, 21/05/2012 13:18 WIB
Priscilla Chan, Dokter yang Jadi Nyonya Zuckerberg
-
Senin, 21/05/2012 13:45 WIB
5 Brand yang Sukses 'Jualan' via Instagram
-
Senin, 21/05/2012 15:24 WIB
Wah! Kamera Instagram Bakal Diwujudkan
-
Senin, 21/05/2012 15:47 WIB
5 Brand Raksasa yang Kalah Mahal dari Facebook
-
Senin, 21/05/2012 13:33 WIB
Semoga Facebook Tak Bernasib Seperti Friendster
-
Senin, 21/05/2012 11:27 WIB
Tips Membuat Foto Bokeh
-
Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Ini Dia Pengguna Pertama Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Besok, Samsung Luncurkan Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 09:47 WIB
Mengintip Pesta Pernikahan Mark Zuckerberg
Menyongsong Masa Depan Telekomunikasi Berbasis IP
Rabu, 26/03/2008 17:54 WIB

Jakarta - Di era konvergensi komunikasi dan informasi, layanan telekomunikasi berbasis protokol internet atau IP based services menjadi suatu keniscayaan. Mau tak mau, seluruh pihak industri dan regulasi terkait dituntut untuk mengambil ancang-ancang demi menyongsong kelahiran basis telekomunikasi masa depan.
Pemerintah sendiri tengah menyiapkan paket kebijakan untuk menyambut implementasi layanan telekomunikasi berbasis IP. Begitu juga industri, khususnya operator telekomunikasi yang nantinya bertindak sebagai penyedia jaringan layanan secara massal.
Telkom dan Indosat selaku operator telekomunikasi dominan (incumbent) di negeri ini mengaku telah siap mengimplementasikan jaringan layanan berbasis IP. Begitu pula dengan Excelcomindo Pratama (XL) dan Bakrie Telecom yang terkenal dengan gebrakan inovatifnya.
Telkom sendiri menilai, meski tren layanan suara masih mendominasi pendapatan operator, namun grafik dari layanan data telekomunikasi terus mengalami peningkatan signifikan.
"Hal itulah yang menjadikan layanan berbasis IP begitu penting untuk menghemat biaya telekomunikasi," tutur Direktur Network & Solution Telkom I Nyoman G Wiryanata di sela Round Table Discussion: The Future of Telecommunication yang diselenggarakan oleh ICT Watch dan didukung oleh detikINET di Depkominfo Jakarta, Rabu (26/3/2008).
Menurut Nyoman, ada empat kunci sukses untuk memenangkan persaingan dalam implementasi IP menggunakan jaringan masa depan Next Generation Network (NGN) yaitu, kesiapan intrastruktur, jasa dan produk, penyediaan perangkat CPE, dan kompetensi.
Sementara Indosat berpendapat, era konvergensi berbasis IP nantinya harus diantisipasi oleh para pemain industri baik regulator, pelaku bisnis maupun konsumen.
Menurut Direktur Pemasaran Indosat Guntur S. Siboro, pelaku industri beranggapan bahwa pada era konvergensi permintaan jasa dari pelanggan akan semakin beragam seiring dengan perkembangan teknologi sehingga mendorong para pelaku untuk harus terus berinovasi.
"Namun di sisi lain, peran serta regulator sangat penting mengingat perlu adanya regulasi yang harus disiapkan untuk mengantisipasi era konvergensi yang sedang berkembang," ujarnya.
Hal itu diamini Direktur Jaringan XL, Dian Sisworini. Menurutnya, selain kesiapan infrastruktur jaringan operator, pemerintah serta regulator perlu mempertimbangkan untuk memberi lisensi jaringan layanan Broadband Wireless Access (BWA) agar implementasi IP dengan NGN bisa lebih optimal.
Sementara, Bakrie yang selama ini berkutat dalam layanan telepon nirkabel terbatas FWA berbasis CDMA pun mengaku telah siap mengimplementasikan jaringan layanan berbasis IP.
"Saat ini sekitar 75 persen jaringan dan transmisi kami telah dilengkapi dengan teknologi berbasis IP," kata Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom, Muhammad Buldansyah.
Di sisi lain, Nokia Siemens Network (NSN) yang dikenal sebagai penyedia infrastruktur jaringan, optimistis layanan suara akan tetap mendominasi sektor telekomunikasi hingga memakan 90 persen trafik yang ada.
Target ini diyakini Presiden Direktur NSN Arjun Trivedi akan tercapai seiring dengan teknologi internet yang semakin dominan. NSN pun mengaku siap mendukung pencapaian target tersebut dengan jaringan yang dimiliki NSN.
"Beberapa jaringan yang berhasil diimplementasikan NSN adalah i-HSPA, LTE dan Wimax. Seluruh jaringan ini memiliki teknologi berbasis IP," kata dia sambil mengklaim ketiga teknologi tersebut mampu meningkatkan kinerja operator karena mampu menekan faktor biaya.
"Peningkatan kinerja dan biaya rendah merupakan kabar baik bagi operator sehingga mereka bisa membuat layanan yang murah bagi pelanggan mobile. Target kami pada 2015 sebanyak 200 juta orang di Indonesia terkoneksi jaringan internet," tandasnya.
Keterangan gambar: (kiri-kanan) Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom Muhammad Buldansyah; Direktur Network & Solution Telkom I Nyoman G Wiryanata, Menkominfo Muhammad Nuh; Direktur Jaringan XL Dian Sisworini; Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar; Direktur Pemasaran Indosat Guntur S. Siboro; Presiden Direktur NSN Arjun Trivedi. (Foto: dbu/inet).
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pemerintah sendiri tengah menyiapkan paket kebijakan untuk menyambut implementasi layanan telekomunikasi berbasis IP. Begitu juga industri, khususnya operator telekomunikasi yang nantinya bertindak sebagai penyedia jaringan layanan secara massal.
Telkom dan Indosat selaku operator telekomunikasi dominan (incumbent) di negeri ini mengaku telah siap mengimplementasikan jaringan layanan berbasis IP. Begitu pula dengan Excelcomindo Pratama (XL) dan Bakrie Telecom yang terkenal dengan gebrakan inovatifnya.
Telkom sendiri menilai, meski tren layanan suara masih mendominasi pendapatan operator, namun grafik dari layanan data telekomunikasi terus mengalami peningkatan signifikan.
"Hal itulah yang menjadikan layanan berbasis IP begitu penting untuk menghemat biaya telekomunikasi," tutur Direktur Network & Solution Telkom I Nyoman G Wiryanata di sela Round Table Discussion: The Future of Telecommunication yang diselenggarakan oleh ICT Watch dan didukung oleh detikINET di Depkominfo Jakarta, Rabu (26/3/2008).
Menurut Nyoman, ada empat kunci sukses untuk memenangkan persaingan dalam implementasi IP menggunakan jaringan masa depan Next Generation Network (NGN) yaitu, kesiapan intrastruktur, jasa dan produk, penyediaan perangkat CPE, dan kompetensi.
Sementara Indosat berpendapat, era konvergensi berbasis IP nantinya harus diantisipasi oleh para pemain industri baik regulator, pelaku bisnis maupun konsumen.
Menurut Direktur Pemasaran Indosat Guntur S. Siboro, pelaku industri beranggapan bahwa pada era konvergensi permintaan jasa dari pelanggan akan semakin beragam seiring dengan perkembangan teknologi sehingga mendorong para pelaku untuk harus terus berinovasi.
"Namun di sisi lain, peran serta regulator sangat penting mengingat perlu adanya regulasi yang harus disiapkan untuk mengantisipasi era konvergensi yang sedang berkembang," ujarnya.
Hal itu diamini Direktur Jaringan XL, Dian Sisworini. Menurutnya, selain kesiapan infrastruktur jaringan operator, pemerintah serta regulator perlu mempertimbangkan untuk memberi lisensi jaringan layanan Broadband Wireless Access (BWA) agar implementasi IP dengan NGN bisa lebih optimal.
Sementara, Bakrie yang selama ini berkutat dalam layanan telepon nirkabel terbatas FWA berbasis CDMA pun mengaku telah siap mengimplementasikan jaringan layanan berbasis IP.
"Saat ini sekitar 75 persen jaringan dan transmisi kami telah dilengkapi dengan teknologi berbasis IP," kata Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom, Muhammad Buldansyah.
Di sisi lain, Nokia Siemens Network (NSN) yang dikenal sebagai penyedia infrastruktur jaringan, optimistis layanan suara akan tetap mendominasi sektor telekomunikasi hingga memakan 90 persen trafik yang ada.
Target ini diyakini Presiden Direktur NSN Arjun Trivedi akan tercapai seiring dengan teknologi internet yang semakin dominan. NSN pun mengaku siap mendukung pencapaian target tersebut dengan jaringan yang dimiliki NSN.
"Beberapa jaringan yang berhasil diimplementasikan NSN adalah i-HSPA, LTE dan Wimax. Seluruh jaringan ini memiliki teknologi berbasis IP," kata dia sambil mengklaim ketiga teknologi tersebut mampu meningkatkan kinerja operator karena mampu menekan faktor biaya.
"Peningkatan kinerja dan biaya rendah merupakan kabar baik bagi operator sehingga mereka bisa membuat layanan yang murah bagi pelanggan mobile. Target kami pada 2015 sebanyak 200 juta orang di Indonesia terkoneksi jaringan internet," tandasnya.
Keterangan gambar: (kiri-kanan) Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom Muhammad Buldansyah; Direktur Network & Solution Telkom I Nyoman G Wiryanata, Menkominfo Muhammad Nuh; Direktur Jaringan XL Dian Sisworini; Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar; Direktur Pemasaran Indosat Guntur S. Siboro; Presiden Direktur NSN Arjun Trivedi. (Foto: dbu/inet).
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
-
Rabu, 16/05/2012 19:45 WIB
Bongkar Pasang Formasi Tiga Raksasa Telekomunikasi
-
Rabu, 16/05/2012 19:18 WIB
Lengser dari Telkomsel, Sarwoto Balik ke Telkom Urus Satelit
-
Rabu, 16/05/2012 18:43 WIB
Alex Sinaga, Dirut Baru Telkomsel
-
Rabu, 16/05/2012 15:21 WIB
Direksi Telkomsel Dirombak?
- Senin, 21/05/2012 09:47 WIB
Mengintip Pesta Pernikahan Mark Zuckerberg
- Senin, 21/05/2012 15:47 WIB
5 Brand Raksasa yang Kalah Mahal dari Facebook
- Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Ini Dia Pengguna Pertama Galaxy S III di Indonesia
- Senin, 21/05/2012 10:23 WIB
Fitur Andalan Galaxy S III Dipreteli
- Senin, 21/05/2012 19:22 WIB
Ini Dia Penyebab Facebook Gagal Terbang Tinggi
- Senin, 21/05/2012 13:33 WIB
Semoga Facebook Tak Bernasib Seperti Friendster
- Senin, 21/05/2012 08:37 WIB
Penjahat Seks Incar 1.000 Gadis di Facebook
- Senin, 21/05/2012 11:27 WIB
Klinik Fotografi
Tips Membuat Foto Bokeh
- Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Besok, Samsung Luncurkan Galaxy S III di Indonesia
-
87 Komentar
-
79 Komentar
-
78 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
48 Komentar
-
42 Komentar
-
39 Komentar
Pro Kontra
Index »
iPad Generasi Terbaru Memuaskan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




.gif)

