Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
'Software Manajemen Bencana Tak Perlu Mahal'
Senin, 24/03/2008 13:04 WIB

Screenshot Sahana (sahana.lk)
Jakarta - Piranti lunak sistem informasi manajemen bencana sangat dibutuhkan di Indonesia. Apalagi Indonesia berada di wilayah yang boleh dikatakan rawan bencana. Namun, banyak dari sistem yang digunakan masih berbasis proprietary yang notabene biayanya mahal.
Untuk menyiasatinya, Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) mencoba mendorong pemanfaatan Geographic Information System berbasis Free and Open Source (FOSS) untuk manajemen bancana. Piranti lunak ini tentunya lebih hemat biaya karena sifatnya yang bebas lisensi alias gratis.
Sistem ini bernama SAHANA, sebuah piranti lunak yang dkembangkan di Sri Lanka. SAHANA dibuat berdasarkan pengalaman setempat saat menanggulangi kondisi pasca bencana saat tsunami besar 26 Desember 2004.
SAHANA, yang berasal dari bahasa Sri Lanka yang artinya harapan, diyakini bisa diterapkan dengan baik di Indonesia. Sebagai langkah awal menerapkan SAHANA, Ristek bekerjasama dengan International Open Source Network - United Nations Development Program (IOSN-UNDP).
Project Manager IOSN-UNDP, Francisco E. Sarmiento III MD., berpendapat SAHANA lebih murah 80 hingga 90 persen dibandingkan sistem serupa berbasis proprietary. "Jadi dana yang lain bisa diinvestasikan. Misalnya untuk membayar pelatihan agar lebih layak," di sela-sela training of trainers (TOT) yang dilakukan di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (24/3/2008).
Menurut Sarmiento, SAHANA telah diimplementasikan di Amerika Serikat saat serangan Badai Katrina. Selain itu sistem ini juga digunakan oleh Filipina, Bangladesh dan negara asia lainnya.
Staff Ahli bidang TI dan Komunikasi Ristek, Engkos Koswara, mengatakan Indonesia, sedang belajar menggunakan sistem ini. "Ke depannya kami akan mendorong sistem manajemen bencana berbasis Open Source seluruhnya," ujarnya.
TOT ini merupakan yang keduakalinya digelar di Indonesia, setelah yang pertama di 2007. Tahun ini, ujar Engkos, TOT diikuti 20 peserta dari institusi pemerintah, Usaha Kecil dan Menengah, perguruan tinggi serta organisasi non pemerintah. TOT tahap dua ini digelar 24 hingga 28 maret 2008.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Untuk menyiasatinya, Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) mencoba mendorong pemanfaatan Geographic Information System berbasis Free and Open Source (FOSS) untuk manajemen bancana. Piranti lunak ini tentunya lebih hemat biaya karena sifatnya yang bebas lisensi alias gratis.
Sistem ini bernama SAHANA, sebuah piranti lunak yang dkembangkan di Sri Lanka. SAHANA dibuat berdasarkan pengalaman setempat saat menanggulangi kondisi pasca bencana saat tsunami besar 26 Desember 2004.
SAHANA, yang berasal dari bahasa Sri Lanka yang artinya harapan, diyakini bisa diterapkan dengan baik di Indonesia. Sebagai langkah awal menerapkan SAHANA, Ristek bekerjasama dengan International Open Source Network - United Nations Development Program (IOSN-UNDP).
Project Manager IOSN-UNDP, Francisco E. Sarmiento III MD., berpendapat SAHANA lebih murah 80 hingga 90 persen dibandingkan sistem serupa berbasis proprietary. "Jadi dana yang lain bisa diinvestasikan. Misalnya untuk membayar pelatihan agar lebih layak," di sela-sela training of trainers (TOT) yang dilakukan di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (24/3/2008).
Menurut Sarmiento, SAHANA telah diimplementasikan di Amerika Serikat saat serangan Badai Katrina. Selain itu sistem ini juga digunakan oleh Filipina, Bangladesh dan negara asia lainnya.
Staff Ahli bidang TI dan Komunikasi Ristek, Engkos Koswara, mengatakan Indonesia, sedang belajar menggunakan sistem ini. "Ke depannya kami akan mendorong sistem manajemen bencana berbasis Open Source seluruhnya," ujarnya.
TOT ini merupakan yang keduakalinya digelar di Indonesia, setelah yang pertama di 2007. Tahun ini, ujar Engkos, TOT diikuti 20 peserta dari institusi pemerintah, Usaha Kecil dan Menengah, perguruan tinggi serta organisasi non pemerintah. TOT tahap dua ini digelar 24 hingga 28 maret 2008.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 18:23 WIB
Laporan dari Seoul
'Kulkas Pintar', Cek Stok Makanan dari Smartphone
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
- Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
- Jumat, 25/05/2012 15:50 WIB
Ini Dia Jadwal Update Android ICS untuk Ponsel HTC
- Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
- Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
