Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
'Operator Jangan Ngoyo Turunkan Tarif'
Selasa, 18/03/2008 16:42 WIB

Iklan Tarif Seluler (wsh/inet)
Jakarta - "Jaringan yang Anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi..." Suara tersebut kini sering berdengung di telinga pengguna telepon seluler saat mau menelepon. Saking sibuknya, untuk menelepon saja harus berkali-kali pencet tombol biar bisa dapat jaringan.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengimbau agar operator jangan ngoyo berlomba-lomba menurunkan tarif. Pasalnya, penurunan tarif akan berdampak pada kualitas layanan baik data maupun suara.
Sejak tarif murah gencar dipromosikan, kualitas layanan justru makin buruk. Operator harusnya memikirkan bagaimana meningkatkan jaringannya. Belanja modal (capital expenditure/Capex) operator, menurut Agus, masih tinggi. Masih banyak daerah yang blank sehingga operator masih harus membangun banyak jaringan. Padahal untuk membangun jaringan dibutuhkan modal besar.
"Jika tarif turun, alokasi dana untuk capex akan terganggu karena operator harus menyisakan dana untuk pembangunan jaringan. Akibatnya, dengan tarif diturunkan, operator jadi melakukan penghematan di sisi belanja modal sehingga kualitas jadi turun juga," jelasnya kepada detikINET ketika berbincang via telepon, Selasa (18/3/2008).
Agus menilai tarif seluler di Indonesia saat ini sudah moderate. Menurutnya, penurunan tarif seharusnya dilakukan secara bertahap. "Jangan langsung turun 50%, harusnya bertahap misal 5% dulu. Nanti kalau jaringannya sudah banyak diturunkan lagi tarifnya," tegasnya.
Tarif seluler di Indonesia juga tidak bisa disamakan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Pasalnya, pasar di sana sudah jenuh dan belanja modal mereka kecil sehingga tarif bisa murah. Di Indonesia, penurunan tarif sebaiknya sejalan dengan makin meluasnya jaringan yang dibangun operator sehingga capex makin kecil.
( dwn / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengimbau agar operator jangan ngoyo berlomba-lomba menurunkan tarif. Pasalnya, penurunan tarif akan berdampak pada kualitas layanan baik data maupun suara.
Sejak tarif murah gencar dipromosikan, kualitas layanan justru makin buruk. Operator harusnya memikirkan bagaimana meningkatkan jaringannya. Belanja modal (capital expenditure/Capex) operator, menurut Agus, masih tinggi. Masih banyak daerah yang blank sehingga operator masih harus membangun banyak jaringan. Padahal untuk membangun jaringan dibutuhkan modal besar.
"Jika tarif turun, alokasi dana untuk capex akan terganggu karena operator harus menyisakan dana untuk pembangunan jaringan. Akibatnya, dengan tarif diturunkan, operator jadi melakukan penghematan di sisi belanja modal sehingga kualitas jadi turun juga," jelasnya kepada detikINET ketika berbincang via telepon, Selasa (18/3/2008).
Agus menilai tarif seluler di Indonesia saat ini sudah moderate. Menurutnya, penurunan tarif seharusnya dilakukan secara bertahap. "Jangan langsung turun 50%, harusnya bertahap misal 5% dulu. Nanti kalau jaringannya sudah banyak diturunkan lagi tarifnya," tegasnya.
Tarif seluler di Indonesia juga tidak bisa disamakan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Pasalnya, pasar di sana sudah jenuh dan belanja modal mereka kecil sehingga tarif bisa murah. Di Indonesia, penurunan tarif sebaiknya sejalan dengan makin meluasnya jaringan yang dibangun operator sehingga capex makin kecil.
( dwn / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Sabtu, 26/05/2012 14:45 WIB
Main Videogames Bisa Bikin Anak Balita Mimpi Buruk
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 11:06 WIB
Provider ICT Mencari Tantangan Baru di Sektor Migas
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
211 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

